Mendikbud Tegaskan Tak Ingin Bunuh Madrasah Diniyah Dengan Full Day School
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy (yoga)

MALANGTODAY.NET – Problem evaluasi siswa didik melalui ujian akhir sekolah ataupun ujian nasional (UN) masih saja jadi PR besar bagi pemerintah. Sebab tak jarang, anak-anak merasa kesulitan ketika harus menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Dengan alasan, mata pelajaran yang dimaksud belum disampaikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy mengatakan, setiap elemen kependidikan harus menetapkan standart yang dikuasai oleh masing-masing guru. Artinya, guru harus paham betul dengan apa yang diajarkan dan akan diujikan kepada anak didiknya.

“Jangan nanti pas UAS ada alasan matapelajaran yang diujikan belum disampaikan, lucu itu,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan pembuatan soal sangat penting. Sehingga pengajaran yang disampaikan kepada murid tidak hanya sebatas perkiraan. Tapi sudah jelas dan paten.

“Semua kisi-kisi harus diturunkan ke guru. Karena mengevaluasi kepada murid tapi belum diajarkan itu tidak adil,” urai Muhadjir.

Dia juga menyampaikan, tugas utama Mendikbud adalah membuat guru agar memintarkan muridnya. Sehingga, setiap program yang digelontorkan kepada guru harus berbanding lurus dengan apa yang dibutuhkan siswa.

“Jadi semua harus mengkablirasi diri, dan bukan berarti harus memintarkan guru dengan dana yang besar,” katanya dalam sambutan acara.

Menurutnya, kemahiran guru dengan standart nasional kependidikan harus ditingkatkan. Sehingga setiap proyeksi yang akan diturunkan kepada anak didik dapat lebih terstruktur.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan, kebijakan yang sangat mendesak yang dirasakan saat ini adalah berkaitan dengan pembukuan. Sehingga dalam waktu dekat direncanakan akan dibangun perpustakaan di daerah pinggiran. Termasuk gerakan literasi di selurih wilayah Indonesia.

“Buku yang tidak terpakai di rumah dikumpulkan dan di bagi ke masyarakat,” tambah mantan rektor. UMM ini

Sementara itu, Rektor UMM, Fauzan menambahkan, launching uji publik rencana undang-undang perbukuan ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Sebab secara khusus UMM diberi kepercayaan oleh Komisi X dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Indonesia.

“Diharapkan, keeratan terutama dalam rangka menjalankan tugas bisa terus terbuka untum kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.