Majalah Jadi Syarat UAS, Mahasiswa Pertanian UNISMA Lakukan Protes!
Aksi penggalangan tanda tangan mahasiswa faperta Unisma (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Aliansi Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Malang (Unisma) menolak kebijakan fakultas yang mewajibkan mahasiswanya untuk membeli majalah Radix sebagai persyaratan Ujian Akhir Semester (UAS). Sejumlah mahasiswa melakukan aksi penggalangan tanda tangan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut.

“Aksi kami lakukan kemarin (10/1/2018) dari pukul 08.30-14.00 WIB dan kami kawal sampai (13/1/2018) nanti sebelum UAS,” kata Koordinator Aksi, Dwi Indrawan, Jum’at (11/1/2018) sore.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan ini sudah menyalahi aturan yang ada. Pasalnya, kebijakan ini tidak sesuai dengan pedoman akademik yang diberlakukan oleh Universitas, seperti Heregistrasi dan Memenuhi daftar hadir minimal 75%.

“Adanya kebijakan yaitu mahasiswa harus bahkan wajib membeli majalah radix oleh dekan, itu sebenarnya menyalahi kerangka rasio kita sebagai mahasiswa,” imbuhnya.

Dwi juga menganggap kebijakan baru ini diberlakukan tanpa sebuah pertimbangan yang matang. Kebijakan ini bahkan menurutnya justru merugikan mahasiswa yang bersangkutan.

“Permasalahan terjadi ketika di dalam fakultas sendiri tidak ada sikap kritis. Dari sini kemudian lahir kebijakan yang tidak dilandasi pertimbangan matang dan merugikan mahasiswa,” tegasnya.

Dwi berharap ada arahan yang benar dalam hal mengambil kebijakan terkait pemasaran Majalah Radix tersebut. Meski tak keberatan mengeluarkan uang senilai Rp 20.000 untuk majalah tersebut, ia berharap pemasaran majalah dipisahkan dengan perkara UAS ini.

“Memang tidak berat hanya mengeluarkan uang dengan nominal Rp 20.000, tapi yang menjadi garis besar bagi kami selaku perwakilan dari mahasiswa adalah (kebijakan) menjadi persyaratan UAS. Seolah-olah UAS yang akan kami hadapi tak akan terlaksana hanya karena jual beli tersebut,” pungkasnya.

Secara terpisah, Dekan Faperta Unisma Nur Hidayati MP, menyebut bahwa sudah ada tindakan pemanggilan kepada para mahasiswa yang melakukan aksi tersebut. Ia pun menegaskan jika bentuk protes seperti ini tidak mengikuti alur mekanisme yang benar.

“Seharusnya mereka menyalurkan aspirasinya melalui DPM,” tegasnya ketika dikonfirmasi oleh MalangTODAY.net.

Lebih lanjut, ia pun mengaku heran dengan adanya aksi protes ini. Pasalnya, kebijakan ini sudah berlangsung sejaak 2 tahun yang lalu untuk mesupport BSO unit pers mahasiswa Majalah Radix. Selama itu pula, berlangsung baik-baik saja.

“Aman – aman saja (sebelumnya). Baru kali ini ada oknum yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa pertanian yang tidak jelas siapa yang mendirikannya. Kronologisnya (aksi) berawal dari Pemira Ormawa, yang calon mereka kalah suaranya,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya telah menanyakan pada aliansi mahasiswa Faperta terkait pihak yang mengalami keberatan dengan kebijakan tersebut. Namun dari pihak aliansi tak bisa menunjukkan bukti yang kuat. Menurutnya tanda tangan yang ada di spanduk tersebut tidak berarti apa-apa tanpa adanya nama yang jelas.

Meski kebijakan ini menuai protes, namun Nur Hidayati tetap akan melanjutkan karena masih banyak mahasiswa lain yang mematuhi kebijakan itu. Selain itu ia mengklaim keuntungan dari penjualan tersebut murni diberikan pada mahasiswa.

Majalah Jadi Syarat UAS, Mahasiswa Pertanian UNISMA Lakukan Protes!
Surat permohonan Majalah Radix sebagai prasyarat UAS (Istimewa)

“Karena kebijakan ini diambil dari mahasiswa untuk mahasiswa. Fakultas tidak mengambil dana sepeser pun. Padahal kemarin BSO radix sudah menunjukkan surat permohonan untuk memasukkan pembelian majalah radix sebagai persyaratan UAS agar mahasiswa bisa membeli majalah tersebut sebelum mereka pulang liburan. Karena kalau sudah liburan tidak mungkin akan terjual. Sehingga saya menyetujui permohonan mereka,” sambungnya melalui pesan whatssapp. (ARB/KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.