Ilustrasi orang meninggal (ist)
Ilustrasi orang meninggal (ist)

MALANGTODAY.NET – Nuriyanti Dina Kamiliya, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) menghembuskan napas terakhirnya di Murcia, Spanyol.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala Dinas Sosial Ir Taufan ZS menceritakan, mahasiswa asal Bangkalan, Jawa Timur ini dinyatakan meninggal setelah seminggu dirawat di ruang intensive care unit (ICU) Rumah Sakit Virgen de la Arrixaca, Murcia, Spanyol sejak 1 Februari 2019.

Mahasiswa UMM Hembuskan Nafas Terakhir di Spanyol
Nuriyanti Dina Kamiliya (ist)

“Menurut keterangan dokter Rumah Sakit Virgen de la Arrixaca, Murcia, Nuriyanti menderita komplikasi berupa broncopneumonia akut. Lalu menderita penyakit jantung, gangguan pernapasan dan gagal ginjal,” ungkap Ra Latif di rumah almarhumah Nuriyanti Dina Kamiliya, Kampung Pajeman Desa Keleyan Kecamatan Socah, Selasa (26/2/2019).

Informasi ini diperolehnya dari Kepala Dinas Sosial Ir Taufan ZS. Nuriyanti, lanjutnya sempat dirawat di ruang isolasi di ICU dan menggunakan alat bantu pernapasan atau respirator. Korfung atau Atase Protokol dan Konsuler KBRI Madrid sempat membesuk Nuriyanti pada 7 Februari 2019 sekitar pukul 13:00 dan 19:00 waktu setempat. Namun pada 8 Februari sekitar pukul 00:30, Nuriyanti meninggal.

“Catatan kesehatan Dina sebelum keberangkatannya ke Spanyol September lalu, dinyatakan sehat tanpa catatan penyakit kronis,” pungkasnya

Dina sendiri tergolong mahasiswa aktif dan berprestasi. Saat kuliah Dina kerap menjuarai kompetisi bola voli dan kontes paduan suara. Dina pernah sebagai juara 1 lomba Paduan Suara Nasional tahun 2017 di Malang.

Di tahun yang sama, Dina yang hobi membaca dan traveling ini juga sempat mengikuti program Learning Express (LeX), yaitu program inovasi sosial dengan menggunakan metode design thinking guna memberi solusi untuk permasalahan di masyarakat.

Kepergiaan Dina menyisakan kesedihan duka mendalam bagi teman dan keluarga.

Kepala Humas dan Protokoler UMM, Dr. Joko Susilo,S.Sos, M.Si. menyatakan, civitas akademika UMM tentunya merasa sangat berduka dan kehilangan dengan kepergian salah satu mahasiswa terbaik UMM.

“UMM juga turut mengawal seluruh proses administrasi dan keperluan proses penanganan, mulai perawatan hingga kepulangan almarhumah Nuriyanti di tanah air,” tuturnya.

Sebelumnya mahasiswa angkatan 2014 ini diketahui tengah mengikuti program beasiswa Erasmus+ selama 5 bulan. Program ini merupakan kerjasama antara UMM dan Universidad de Murcia, Spanyol.

“Melalui program ini Dina bersama ketiga mahasiswa lainnya, yakni Mutia Wardhani, Nalurita Wahyuningtyas dan Hesti Miranda berhasil lolos seleksi short course (kursus singkat) untuk belajar di Universidad de Murcia, Spanyol,” jelasnya. (ARB/KIS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.