LLDIKTI Wilayah VII Berharap Pjs Rektor Unikama Segera Bertugas
Kericuhan yang terjadi di kampus Unikama@Rahmat Mashudi Prayoga/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Ir Suprapto DEA berharap Pjs Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Dr Koento Adji Koerniawan segera bertugas menyiapkan pemilihan rektor definitif untuk periode 2018-2022.

“Pjs rektor (Unikama, Dr Koento Adji Koerniawan) diakui oleh Kemenristekdikti maupun LLDIKTI Wilayah VII, sehingga Unikama pun bisa normal kembali,” kata Suprapto, Rabu (17/10/2018).

Baca Juga: Lewat Liga 3 Zona Jawa, Bung Edy Harap Persema 53 Kembali Ukir Prestasi

Di sisi lain, Dr Pieter Sahertian masih mengaku sebagai rekor yang sah dibawah PPLP-PT PGRI yang diketuai oleh Soeja’i. Hal ini dikarenakan masih dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri Kota Malang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dualisme yang terjadi di Unikama ini seringkali menimbulkan ketegangan. Terakhir, pada Senin (15/10/2018) sekitar pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, terjadi kericuhan antar kedua kubu. Sejumlah mahasiswa dan karyawan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Buntut dari kericuhan ini, aktivitas perkuliahan di kampus yang terletak di Jalan S Supriyadi, Sukun, Kota Malang ini terpaksa dihentikan untuk sementara hingga situasi kembali normal. Kericuhan yang terus berkepanjangan ini, bahkan membuat warga yang bermukim disekitar kampus resah.

Baca Juga: Gerak Cepat, Ini Aksi Plt Bupati Malang di Hari Pertama

“Akibat dari (kericuhan) itu pasti kita terganggu. Pas ada sesuatu, pasti kita harus siap siap proteksi seperti menutup pintu rumah,” tegas Kardjono, Ketua RT 08/RW 11 Jalan Keben II, Sukun, Kota Malang.

Ia pun berharap, kedua kubu yang berkonflik bisa menemukan solusi yang terbaik sehingga tidak sampai terjadi kericuhan.

“Kampus itu setahu saya pendidikan tinggi yang semuanya bisa diselesaikkan dengan musyawarah. Kalau ada kontak fisik tidak mencerminkan kampus. Kita serahkan aparat saja karena itu konflik internal,” tandasnya.

Baca Juga: PMI Kabupaten Malang Siap Kirim Tim Shelter dan Watsan ke Sulteng

Ia menambahkan, jika sampai kampus Unikama dibekukan maka juga akan merugikan warga sekitar karena selama ini keberadaanya juga meningkatkan perekonomian di sekitar.

“Ada yang punya kos, warung, kalau ndak selesai akan mengganggu aktivitas,” jelas pensiunan BUMN ini.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor   : Endra Kurniawan

Loading...