5 Kementrian Siap Rumuskan Payung Hukum Pendidikan Vokasi, Ini Respon Polinema!
Politeknik Negeri Malang (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Dalam mendukung keberadaan pendidikan vokasi, lima kementerian terkait dikabarkan segera merumuskan payung hukumnya. Kementerian itu yakni; Kemenristekdikti, Kementrian Tenaga Kerja, Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, Kementrian Desa Tertinggal serta Kementrian SDM dan Energi.

Dirjen Kelembagaan Iptek dan Hukum Kemenristekdikti, Dr Patdono Suwignjo MEng.Sc mengatakan, upaya itu dilakukan agar dunia usaha dan industri memberikan respon sesuai harapan untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.

Baca Juga: Apeng Minta Majelis Hakim Beri Putusan Bebas, Ini Alasannya!

“Kita sudah buat dan implementasikan revitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Itu sudah disosialisasikan termasuk ke Politeknik di seluruh Indonesia,” ungkapnya, Senin (18/3).

Menanggapi hal itu, Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui Kepala UPT Humas Polinema, Heriyanto Budiono Soemardi berharap kolaborasi kementerian itu mempermudah lahirnya tenaga – tenaga trampil melalui pendidikan vokasi.

“Kalau pendidikan vokasi itu benar-benar diurus oleh lima kementerian, hasilnya akan dahsyat dikarenakan nantinya kurikulum akan benar-benar implementatif dan punya link and macth yang kuat dengan dunia usaha dan industri,” tandasnya.

Baca Juga: Mencengangkan! Ini Sederet Fakta Baru Kelanjutan Kasus Korupsi di Kota Malang

Karena itu, ia sangat berharap konsep pendidikan vokasi–terutama untuk pendidikan tinggi bisa terlaksana secara suistenable dengan kebijakan tersebut. Alasannya, kata dia, karena ada jaminan kerja dari dunia usaha dan industri. Sementara di dunia usaha dan industri memiliki CSR sangat besar untuk memberi jaminan beasiswa dan trainingnya.

“Kalau perlu dimasukkan GBHN atau Repelita. Sehingga itu tidak mengalami ganti menteri ganti program,” pungkasnya


Reporter : Rahmat Mashudi Prayoga

Editor : Dian Tri Lestari

Loading...