Lestarikan Keberadaan Keris di Era Milenial, UB Gelar Seminar Keris
Jazim Hamadi, Wakil Ketua PSP UB @Jazila/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Setelah disahkan oleh UNESCO sejak 25 November 2005, keris telah sah menjadi warisan budaya Indonesia. Untuk mengupas berbagai bahasan mengenai benda pusaka tersebut, Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya (PSP UB) Malang mengadakan Seminar Nasional Keris Nusantara.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Widyaloka UB ini membahas literasi keris pada zaman milenial melalui 6 sudut pandang, yaitu dari sudut pandang sains, teknologi, agama, budaya, sejarah dan seni. dengan mengundang 4 narasumber yang ahli pada bidangnya.

Baca Juga: KPU Goes to Campus, Upaya Jadikan Mahasiswa Agen Sosialisasi Pemilu

Wakil ketua LPPM Jazim Hamidi menyampaikan bahwa dalam budaya Jawa, keris dilambangkan sebagai simbol kesempurnaan, kejayaan, dan kekuatan. Namun pada era milenial ini keris dianggap sebagai benda yang kuno dan mistis. Sehingga melalui ini, Jazim berharap keris akan tetap eksis bahkan dirawat selayaknya warisan yang harus dijaga.

“Di balik pusaka keris ini, ada berbagai rahasia yang luar biasa. Mulai dari teknologi pembuatannya, ketinggian makna filosofisnya, simbol jati diri sang empu melalui kekuatan spiritualnya, yang tidak pernah digali dalam perspektif ilmu pengetahuan modern,” jelasnya.

Tak hanya itu, Jazim menilai bahwa keris adalah bagian dan warisan kebudayaan bangsa yang juga kekayaan yang harus dilestarikan. “Keris merupakan identitas dan warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga dan kita lestarikan,” tambah Jazim.

Baca Juga: Breaking News: Mahasiswa UNIKAMA Gelar Aksi Hingga Berakhir Ricuh!

Hal tersebut didukung oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR., MS. Ia menyatakan bahwa kampus yang dipimpinnya diminta untuk menjadi universitas kelas dunia (world class university) sehingga harus siap untuk menjadi tempat pusat penelitian. “Kita diminta untuk menjadi world class university, sehingga harus siap,” kata Nuhfil.

Nuhfil juga mengatakan bahwa dirinya siap memberikan dukungan berupa gelontoran dana demi tercapainya impian memililki museum keris. “Tahun depan kalau bisa kita memiliki museum keris, masalah biaya berapa pun akan saya berikan,” tandas Nuhfil sambil tertawa.


Reporter: Jazilatul Humda
Editor: Raka Iskandar

Loading...