Lebih Murah dari Buatan Eropa, Perahu Mahasiswa ITN Malang Ditawar Malaysia
Ketut Tommy Suhari @MalangToday.net/Yoga

MALANGTODAY.NET – Inovasi membanggakan berhasil dilakukan oleh Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Ketut Tommy Suhari, dengan ketelatenannya berhasil menyelesaikan perahu boat kecil yang berfungsi untuk mengukur kedalaman air sekaligus suhu air.  Perahu buatannya itu juga mampu mengukur hingga jangkauan 100 meter.

“Waktu pembuatannya dalam sebulan, setelah mengalami 20 kali kegagalan. Saya sudah punya ide sejak semester satu, karena ingin membuat karya yang bermanfaat untuk orang banyak,” kata Ketut Tommy yang akan menempuh wisuda Maret ini.

Menurutnya, kebutuhan yang sangat besar akan alat untuk usaha pertambangan ini, juga mendasarinya dalam membuat suatu karya yang lebih praktis dan efisien. Apalagi perahu serupa yang ada di pasaran saat ini harganya cukup fantastis.

“Saat ini perahu untuk usaha pertambangan ini terbilang masih sangat mahal, mencapai Rp. 1,5 miliar. Sementara di Indonesia juga ada, namun masih kisaran Rp 650 juta,” ungkapnya.

Saat ditanya tentang kelebihan perahu buatannya itu dari yang lain, Ketut menyebutkan bahwa dapat beroperasi di perairan dangkal. Sedangkan perahu serupa yang ada saat ini, hanya bisa digunakan untuk mengukur kedalaman air saja.

“Di Eropa itu perahunya lumayan besar sehingga tidak bisa digunakan di perairan. Selain itu juga bisa mencari data suhu air,” jelasnya.

Perahu yang diberinya nama Small Hidrogaphy Marine Boundry Boat alias SHUMOO itu, juga mampu dikendalikan dari jarak jauh. Lewat peta jalur yang dilalui perahu akan terkirimkan ke laptop secara real time.

“Dengan teknologi Wifi dan Telemetri, perahu boat ini mampu dikendalikan dengan remote control hingga radius 500 meter,” katanya.

Lewat keberhasilan itu,  Tomy mengaku sudah ada tawaran dari perusahaan asal Malaysia yang ingin mendanai dan memasarkan karyanya. Ia juga berencana menciptakan SHUMOO dengan varian lain seperti misalkan untuk mencari barang hilang di laut.

“Tawaran ada dari Malaysia. Di Kalimantan juga ada yang ingin menyewanya Rp 5-Rp10 juta per hari. Kalau ada dana masuk kan bisa untuk membuat SHUMOO dengan kemampuan lain. Bisa saja berfungsi untuk mencari barang hilang atau lainnya,” sambungnya.

Kabar terakhir menyebut, bahwa SHUMOO miliknya itu akan dijualnya ke pasaran dengan harga kisaran Rp 70 juta. Harga jual tersebut sudah sangat jauh dibandingkan buatan Eropa, bahkan produk yang selama ini ada dipasaran Indonesia.

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here