Lahan Makin Terbatas, Ini Upaya Kementan Penuhi Kebutuhan Pangan
Wakil Ketua Pelaksana FGD Pengelolaan Lahan Masam Secara Berkelanjutan Kurniawan Puji Wicaksono @Jazila/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Perkembangan jumlah manusia yang semakin meningkat berakibat pada kebutuhan pangan yang meningkat. Untuk menanggulangi kekurangan pangan pada masa akan datang, perlu dibuat perencanaan yang matang. Tujuannya agar di masa depan kelak tidak terjadi kekurangan.

Dalam FGD bertajuk Pengelolaan Lahan Masam Secara Berkelanjutan di Universitas Brawijaya (UB), Kepala Balai Penelitian Tanah – Kementerian Pertanian (Kementan), Husnain, SP., MP., PhD menjelaskan target pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Problematika Lahan Masam di Indonesia, UB Gelar FGD

“Untuk kebutuhan pokok pangan yaitu padi 1,75 Ha, dengan target produksi 80 juta ton, jagung 4 juta Ha dengan target produksi 23,4 juta ton, kedelai 1 juta hektar, dengan target produksi 2,34 juta ton per tahun,” ujarnya.

Dengan target yang begitu banyak ditambah jumlah lahan yang kurang, jajaran pemerintah dan dan kalangan akademisi bekerja sama untuk memperbaiki lahan masam di Indonesia sehingga bisa menjadi lahan yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian bahan makanan pokok.

“Selama ini kita memakai lahan pertanian, tapi sekarang banyak lahan yang tergusur, sehingga sekarang kita membutuhkan lahan baru entah itu pesisir, maupun tanah masam,” ujar Wakil Ketua Pelaksana FGD, Kurniawan Puji Wicaksono.

Dosen Fakultas Pertanian UB tersebut juga menjelaskan bahwa dalam pengelolaan lahan masam yang dibutuhkan bukan hanya masalah teknis akan tetapi juga termasuk sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Lestarikan Keberadaan Keris di Era Milenial, UB Gelar Seminar Keris

Lebih lanjut Kurniawan mengatakan bahwa pengelolaan tanah masam memiliki konsekuensi tertentu.

“Salah satunya adalah konservasi, jadi tidak boleh pertanian merusak konservasi karena lahan marjinal berupa hutan atau kawasan hutan memang ada peraturan yang membatasi hutan itu menjadi lahan pertanian,” tandasnya.


Reporter: Jazilatul Humda
Editor: Raka Iskandar

Loading...