Kecacatan PPDB 2018, Plt Wali Kota Malang Angkat Bicara, Kecacatan PPDB 2018, Plt Wali Kota Malang Angkat Bicara
Plt Wali Kota Malang, Sutiaji@MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Kebungkaman Dinas Pendidikan Kota Malang terkait kecacatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 masih bertahan hingga saat ini. Tentu saja hal ini masih menimbulkan tanda tanya besar terkait jumlah siswa bermohon yang diduga diantaranya adalah salah satu hasil dari calo PPDB 2018.

Sementara itu, ketika malangtoday meminta pendapat pada sekda kota malang Drs. Wasto S.H M.H, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa langsung ditanyakan ke Kepala Dinas pendidikan Kota Malang. “Namun dengan ini maka kedepannya akan ada evaluasi lagi,” imbuh Wasto.

Baca Juga: Belum Paham Sistem Booking Online Gunung Semeru? Simak Ini!

Sementara itu ketika hal malangtoday menyampaikan kecacatan ppdb 2018 kepada PLT Walikota Malang Drs. Sutiaji, ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengklarifikasi terlebih dahulu. “Akan kita klarifikasi dulu mas,” ungkapnya kepada malangtoday.

Seperti yang pernah di tulis malangtoday sebelumnya, ppdb 2018 telah mengalami kecacatan terhadap tiga sekolah smpn di kota malang yakni SMPN 11, SMPN 18, dan SMPN 26. Pihak SMPN 11 mengaku bahwa pihaknya tidak pernah melalukan hal tersebut dan selalu sesuai dengan sistem yang ada.

Baca Juga: Ini Dia Gazebo Pintar ala KKN 97 UMM di Desa Plandi

Sementara itu SMPN 18 tidak dapat memberikan konfirmasi karena kepala sekolah sedang berangkat haji, sedangkan pihak SMPN 26 mengakui bahwa memang ada siswa bermohon di sekolahnya namun diterima atau tidaknya siswa tersebut maka perlu persetujuan dari Zubaidah yang kepala Dinas Pendidikan Kota Malang.

“Tapi menurut arahan kepala dinas pendidikan kota malang tidak duperbolehkan adanya pungutan uang sehingga kami menerima tanpa biaya apapun. Saya tidak tahu apapun mengenai calo di SMPN 26 ini namun tidak menutup kemungkinan ada panitia ppdb yang bermain,” tandas Kepala SMPN 26 Pancayani Dinihari kepada malangtoday beberapa waktu yang lalu.


Reporter: Choirul Anwar
Editor   : Endra Kurniawan