Kasus Penyelewengan Dana Hibah, Pendiri Unikama Minta Kejari Usut Tuntas!
Salah satu pendiri Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Dr Hadi Sriwiyana @Fajar/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Salah satu pendiri Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Dr Hadi Sriwiyana, angkat bicara soal kasus penyelewengan dana hibah yang menjerat oknum Drs Parjito, salah satu dosen di Unikama.

Dr Hadi mengaku bahwa ia terkejut akan adanya kasus yang harus kembali mencoreng nama Universitas yang ada di Kota Malang ini. Selain itu ia pun mengungkapkan bahwa ia merasa prihatin dengan kondisi Unikama yang pasang surut dengan masalah-masalah yang dihadapi.

“Saya ya heran kalau semalam itu muncul (masalah) lagi dan saya merasa prihatin. Dan ternyata si pak Parjito (terpidana) katanya sudah ditangkap. Saya jadi ndak enak gitu lo pak, saya sebagai pendiri yang kemarin menyelesaikan saja ndak bisa-bisa, malah sekarang ketambahan masalah itu,” ujar Dr Hadi (20/3/2019).

Lebih lanjut, Dr Hadi juga mengaku heran atas tertangkapnya Drs Parjito oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Malang, mengingat pada kasus Unikama sebelumnya Drs Parjito turut dipanggil sebagai saksi.

“Waktu sidang Tipikor dulu ia (terpidana) itu bersama orang Surabaya turut dihadirkan sebagai saksi. Pak Pieter juga pernah tapi tidak bersamaan,” jelasnya lebih lanjut.

Ia pun berharap agar pihak Kejari segera mengusut tuntas kasus yang telah merugikan banyak pihak ini.

“Ya Harapan kami mudah-mudahan dari pihak kejaksaan nanti bisa menyelesaikan ini dengan maksimal. Mestinya Lho ya, saya dulu juga pernah jadi saksi di Tipikor Surabaya beberapa kali,” tukasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Drs Parjito, diciduk Kejari Kota Malang. Ia ditangkap Kejari sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) atas perkara dana hibah Kemenrisetdikti pada 2008 lalu. Parjito ditangkap di rumahnya di kawasan Tidar, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, Selasa (19/3/2019) kemarin. (FAJ/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.