lab FMIPA UM Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujung Supriyadi (baju putih) bersama timnya (istimewa)
Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujung Supriyadi (baju putih) bersama timnya (istimewa)

MALANGTODAY.NET Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang akan melakukan kajian atas putusan Mahkama Agung (MA) terkait dugaan keterlibatan beberapa pihak dalam pengadaan laboratorium (lab) FMIPA Universitas Negeri Malang (UM).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Malang, Ujung Supriyadi akan menurunkan beberapa jaksa dan intel untuk melakukan kajian tersebut.

Baca Juga  MA Jatuhkan Hukuman Nonpalu kepada Hakim Pebinor

“Terdiri atas beberapa jaksa dan gabungan dari temen-temen di intelejen,” ujarnya saat ditemui media baru-baru ini.

Timnya akan melakukan kajian lebih lanjut dengan langkah-langkah pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) perihal kegiatan pengadaan lab FMIPA UM tersebut.

“Mudah-mudahan dalam dua minggu atau minggu depan kita sudah melakukan upaya puldata dan pulbaket,” ujarnya lebih lanjut.

Baca Juga  Pengenalan Kehidupan Kampus UM Jadi Sarana Sosialisasi Kebangsaan

Dia menjelaskan bahwa kajian ini hanya fokus pada puldata dan pulbaket saja. Soal data tambahan dari pihak keluarga (terpidana) tidak disertakan karena tidak ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Ada keterlibatan beberapa pihak, sekitar dua orang lah. Soal siapa itu kita tidak bisa sebutkan di sini. Gunanya puldata dan pulbaket itulah untuk memperjelas ada keterlibatan pihak-pihak lain,” jelasnya.

Saat ditanyan mengenai keterlibatan pihak tersebut masih berkaitan dengan kasus ini, Sutoyo mengiyakan. “Iya, karena, kan, kita mengacunya proses ini dari putusan MA,” pungkasnya.

Baca Juga  GATA-Fisika, Sarana Belajar Fisika dengan Bermain Engklek untuk Siswa SMA

Sebelumnya, diberitakan bahwa negara mengalami kerugian sebesar 15 milyar. Kasus yang terjadi ini berkaitan dengan pengadaan peningkatan pendidikan tahun anggaran 2009.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., belum memberi klarifikasi lebih lanjut saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. (BAS/HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.