Proses pembuatan yang disaksikan oleh petani Sidoluhur@Dok. KNN 127 UMM

MALANGTODAY.NET– Maraknya pemakaian pupuk anorganik yang terlalu berlebihan menjadi permasalahan saat ini dalam sektor pertanian. Dalam hal ini sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 127 UMM mengambil langkah inisiatif untuk membuat pupuk organik cair yang berbahan dari urine sapi (POCUS).

POCUS merupakan hasil kreatif dari KKN 127 UMM yang bertempat di Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang Kabupaten Lawang. Proses pembutan p sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu.

“Pembuatan pupuk organik cair ini kita lakukan kurang lebih selama satu minggu, itu juga sudah termasuk pra proses pembuatan hingga proses akhir” ujar Ahmad selaku koordinator Divisi Ekonomi dan Kewirausahaan KKN 127 UMM.

Proses penyaringan urine sapi yang dilakukan oleh tim KKN 127 UMM@Dok. KNN 127 UMM

Tujuan pembuatan pupuk organik cair ini adalah untuk memanfaatkan limbah peternakan (urine sapi) yang mana hasil akhirnya bisa mendorong usaha produkstifitas dan meningkatkan perekonomian desa. Proses pembuatan POCUS dimulai dari tanggal 21 Juli 2019 dengan tahapan awal yakni menampung urine sapi.

Bahan utama POCUS

Untuk alat dan bahan sudah dipikirkan dengan sangat matang untuk mempermudah dalam proses pembuatannya. Bahan yang digunakan yaitu urine sapi, gula tetes, dan nanas. Fungsi nanas disini untuk memberikan aroma wangi pada pupuk tersebut. Dengan demikian bau menyengat dari urine sapi akan hilang.

Uniknya lagi, selama ini tidak banyak pupuk organik cair yang memiliki aroma buah-buahan. Hal ini dapat menjadi keuntungan tersendiri sebagai nilai plus dalam pemasaran POCUS. Kabar baiknya lagi, POCUS akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

penyuluhan pembuatan kepada peatani di Desa Sidoluhur, Kabupaten Lawang, Kecamatan Lawang@Dok. KKN 127 UMM

“Kami sangat berterima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu, mulai dari H. Mulyono selaku ketua kelompok ternak GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Rahayu, kepala desa Sidoluhur bapak Mulyoko, dosen pembimbing lapangan Bu Arina, serta seluruh rekan-rekan KKN 127 UMM. Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat untuk desa Sidoluhur” jelas Ahmad.

Tidak hanya itu, kami juga berterimakasi kepada UPT Penyuluhan Pertanian Lawang yang turut mendukung secara penuh dalam mengenalkan produk kepada masyarakat Desa Sidoluhur khususnya kepada petani.

Penulis: Nanda Wahyu Pamungkas
Fradam Hadi & Riska Fatmawati

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.