Jaga Kesehatan Peserta, Panitia MTQMN Sebar 124 Tenaga Medis
Posko kesehatan MTQ MN UB. (Samy)

MALANGTODAY.NET – Dalam mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, panitia Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa Tingkat Nasional (MTQMN) XV menyediakan beberapa hal penting. Salah satunya adalah dari segi medis atau kesehatan.

Dalam menunjang kesehatan peserta agar tetap prima, panitia MTQMN mensiagakan 124 tenaga medis yang ditempatkan disetiap titik gelaran MTQMN baik di UB maupun di UM. Jumlah tenaga medis yang ada ini, merupakan bentuk kerjasama kedua kampus, dimana UB menyediakan 75 tim dan 49 tim lainnya disediakan oleh UM.

Tim medis yang ada ini menurut Koordinator Bidang Kesehatan dan K3, Dr. dr. Yuyun Yueniwati P.W., M.Kes.,SpR(K), akan bersiaga hingga penutupan kegiatan MTQMN Jumat (4/8/2017). “Tim yang ada ini akan terus stand by hingga akhir acara nanti di bulan Agustus mendatang,” ucapnya.

Selain itu, tim yang terdiri dari Korps Sukarela, Divisi Kesehatan, Lakesma, dokter, perawat, dan tim farmasi Poliklinik UB ini telah disebar ke semua tempat gelaran MTQ diadakan. Ditambah lagi, disetiap tempat juga disediakan post-post kesehatan.

“Peserta tak perlu kuatir, di setiap lokasi kegiatan ada post-post kesehatan dengan tim medis yang selalu siaga. Mereka sudah diberikan pelatihan jika ada peserta yang mengalami pingsan atau sakit selama kegiatan berlangsung, akan ditangani dengan segera,” ujarnya. “Sedangkan untuk basecampnya ada di masing-masing Poliklinik UB dan UM,” timpalnya lagi.

Untuk memperlancar pekerjaan, tim kesehatan juga menyediakan peralatan emergency antara lain P3K, tabung oksigen, tempat tidur pasien, dan empat mobil operasional yang terdiri dari ambulance, dua mobil operasional Tim Emergency and Disaster (TED) UB, dan dua kendaraan operasional yang siaga di UIN dan Poliklinik UB.

Tidak hanya itu, bagi peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, salah satu tim kesehatan yang bertugas di pusat kesehatan UB, Amin Said Harahap menyampaikan bahwa akan dirujuk ke Poliklinik UB ataupun ke rumah sakit sesuai dengan tingkatan penyakit peserta.

“Seandainya penyakit peserta parah dari tim kesehatan, pasien akan dirujuk ke poli klinik. Kalau di poliklinik belum bisa tangani akan dirujuk ke RSUB dan saat di RSUB belum bisa juga akan dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA),” jelanya.

Untuk ketersediaan obat-obatan sendiri, menurut rekan timnya dari Lakesma, Dorothea Respa mengatakan bahwa sudah disediakan secara lengkap baik untuk batuk pilek, demam, gastritis, dan Infeksi Saluran Napas (ISPA).

“Obat-obatan kita sediakan lengkap, baik untuk luka luar, obat ringan seperti parasetamol, asam mefanamat, gastiritis bahkan oxygan juga kita sediakan bagi penderita asma,” ujarnya. “Kita juga sediakan matras untuk peserta, jadi bagi peserta yang pusing atau capek dapat gunakan matras yang kita sediakan,” pungkasnya lagi.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.