IBU Malang Bekali Mahasiswa Asing dengan Keterampilan Membatik
Salah satu mahasiswa asing saat belajar membatik di kampus IBU Malang @Arbi/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – IKIP Budi Utomo (IBU) Malang memberi muatan lebih kepada mahasiswa asing dalam bidang keterampilan. Pada Rabu (6/2/2019) siang, empat mahasiswa asing tersebut terlihat belajar membatik.

Acara ini digelar dalam rangka pengenalan budaya. IBU Malang memberi perhatian lebih kepada setiap mahasiswa asing yang mengenyam pendidikan di kampusnya. Perhatian ini berbeda dengan perguruan tinggi lainnya.

Baca Juga  17 Mahasiswa Asing dari 12 Negara Kuliah di IBU

Hal itu diamini Rektor IBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko M.Si. Ia mengatakan, mahasiswa asing yang belajar di IBU memang ada yang belajar bahasa dan ada yang menjadi mahasiswa reguler. Namun, mereka sangat tertarik untuk belajar budaya Indonesia.

“Kita selalu fasilitasi. Tidak hanya pengetahuan tetapi juga keterampilan, salah satunya adalah budaya. Kemudian juga memberikan pengetahuan tentang topeng, khususnya budaya-budaya yang ada di Malang,” ungkap Nurcholis saat bertemu media.

Lebih jauh, Nurcholis menegaskan perihal peran IBU dalam upaya go international, yaitu menyediakan ruang belajar dan sarana yang bagus. Baginya, IBU telah membuktikan bahwa keterampilan diberi ruang dan menjadi ruang implementasi pengetahuan yang didapat di kelas kuliah.

“Soal keterampilan membatik juga pengetahuan ada di kampus yang lain. Tapi kita memberikan nilai lebih dengan langsung pada pengalaman,” tuturnya.

Nurcholis juga menilai bahwa mahasiswa asing yang belajar di IBU memiliki minat tinggi untuk belajar budaya Indonesia. Maka dari itu, minat ini harus difasilitasi dengan baik.

Baca Juga  Berprestasi, Petani Kopi Jatim Dapatkan Penghargaan dari Kementan

Sementara itu, salah seorang mahasiswa asing asal Jerman, Jacqueline Kirchner mengapresiasi budaya Indonesia, khususnya batik. Baginya, batik adalah seni dan warisan budaya Indonesia yang mempunyai nilai dengan makna filosofis dan simbol yang penuh makna.

Batik is Art. I am interested in Indonesia culture. I hope it can be conserved (Batik adalah Seni. Saya sendiri tertarik dengan budaya Indonesia. Saya berharap batik ini dapat dilestarikan),” pungkas Jacqueline. (ARB/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.