MALANGTODAY.NET – Pemerintah akan fokus pada pendidikan vokasi guna meningkatkan kompetensi Tenaga Kerja Indonesia pada enam sektor industri. Enam sektor ini terdiri dari manufaktur, agribisnis, pariwisata, kesehatan, ekonomi digital, dan pekerja migran.

Hal ini disampaikan langsung oleh staf khusus presiden bidang ekonomi, Prof. Ahmad Erani Yustika, M.Sc., Ph.D. Kamis (13/9) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan memaksimalkannya pada tahun ini.

Baca Juga: Ternyata Kopi Bisa Cegah Orang Bunuh Diri, Loh! Ini Penjelasan Ilmiahnya

“Seperti STM, SMK, Diploma dan Politeknik, itu yang akan banyak dikembangkan pemerintah,” ujar Erani usai seminar bertajuk “Seminar Kampus Pengembangan Ekonomi Daerah”.

Selain mengembangkan pada sektor umum, pemerintah juga mulai melirik SDM dari sektor pesantren. Halini mengingat hingga saat ini, banyak pesantren yang mampu mencukupi kelangsungan hidupnya melalui koperasi pesantren.

“Nanti juga akan menyentuh para santri, pesantren untuk pengembangannya,” tambah Erani.

Baca Juga: Dispendukcapil Kota Malang Sabet Penghargaan Kemendagri

Dalam melaksanakan hal tersebut, tentu pemerintah tidak akan berjalan sendiri. Pemerintah berencana melakukan kerja sama dengan badan usaha dan sektor–sektor industri. Sehingga para ahli dari badan–badan tersebut dapat membantu pemerintah dalam memaksimalkan percepatan pembentukan tenaga terampil.

“Mereka yang selama ini memiliki pengalaman, memiliki fasilitas, memiliki para pelatih untuk bisa memastikan adanya percepatan penguasaan informasi, ketrampilan, serta kemampuan. Untuk memastikan kematangan program ini, pemerintah akan terus menggodog rencana ini hingga 31 Oktober mendatang,” jelasnya.


Reporter : Jazilatul Humda
Editor : Raka Iskandar