Temudu hasil olahan@Dok. KKN 138

MALANGTODAY.NET– Dusun Brumbun, Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan dikenal sebagai desa penghasil buah mengkudu. Biasanya warga disana hanya mengolah buah mengkudu menjadi mengkudu kering, akhirnya diambil oleh pengepul unttuk dijual kembali.

Pernah suatu ketika harga mengkudu kering turun drastis di pasaran perkilonya hanya Rp1.800,-. Dan warga juga sempat berhenti panen untuk sementara waktu dikarenakan harga yang sangat turun drastis.

Setelah mendengar keluh kesah warga Dusun Brumbun, akhirnya Mahasiswa dari KKN 138 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Divisi Ekonomi dan Kewirausahaan membuat sebuah inovasi baru dengan memanfaatkan buah mengkudu menjadi olahan lain yang memiliki nilai ekonomi apabila harga mengkudu kering turun drastis, yaitu dengan mengolah buah mengkudu menjadi jamu (TEMUDU) dan permen jelly mengkudu.

Pada tanggal 31 Juli 2019, KKN 138 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dibawah Pengawasan Bapak M. Lutfi, SH., S. Sy., M.H. Selaku DPL KKN 138 yang bertempat di Desa Lamongrejo, Kec. Ngimbang, Kab. Lamongan. Telah mengadakan pelatihan untuk ibu – ibu PKK di Dusun Brumbun, Desa Lamongrejo.

Untuk membuat permen jelly dari buah mengkudu dan membuat jamu mengkudu (TEMUDU). Sekitar 30 ibu-ibu PKK Dusun Brumbun, Desa Lamongrejo datang dengan sangat antusias. Semua bahan menggunakan buah mengkudu yang tumbuh di pekarangan rumah warga. Beberapa warga di Dusun Brumbun ada yang menanam pohon mengkudu di pinggir tambak mereka, sehingga jumlah pohon mengkudu di Dusun ini sangat melimpah.

Cara pembuatan

Cara pembuatannya cukup mudah, untuk pembuatan permen jelly sendiri sama halnya seperti membuat agar-agar atau jelly pada umumnya dengan menambahkan buah mengkudu yang sudah matang dan di blender halus. Setelah jelly mengeras kemudian di potong dadu dan di jemur di bawah terik matahari selama 2 hingga 3 hari. Setelah jelly mengering tambahkan gula putih halus kemudian jelly siap di kemas. Permen jelly mengkudu ini dapat bertahan hingga 2 minggu karena tidak menggunakan bahan pengawet.

Kemudian untuk pembuatan jamu sendiri sama halnya dengan membuat jamu pada umumnya, yaitu dengan mencampur temulawak, kunyit yang sudah dipotong tipis, dan potongan dadu buah mengkudu secara bersamaan hingga air mendidih. Setelah itu memasukkan buah asem dan tunggu hingga 5 menit tanpa api menyala.

Kemudian saring jamu lalu tambahkan gula sesuai selera, kemudian jamu siap disajikan. Untuk ketahanan jamu sendiri dapat bertahan hanya 4 hari apabila dimasukkan kedalam kulkas dikarenakan jamu ini tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali.

Untuk khasiat dari buah mengkudu sendiri yaitu seperti menurunkan kolesterol, melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah tinggi, serta meningkatkan kekebalan tubuh. 

Kami berharap warga Dusun Brumbun dapat melanjutkan inovasi ini menjadi salah satu mata pencaharian atau home industry untuk kedepannya serta untuk para petani mengkudu agar dapat membangun usaha dari inovasi tersebut.

Penulis: Winda Widyasari/ Ilmu Komunikasi UMM
Editor : Bang End

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.