Maba Banyak Alasan! Yuk Intip Alasan Maba Pilih Kuliah di Kota Malang!

BUNGKUS: MABA 2018 Alasan para dedek maba menambatkan hati di Kota Pendidikan ini

MALANGTODAY.NET – Perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS) ternama kembali menjadi dalang dibalik membanjirnya warga pendatang di Kota Malang.

PTN sekelas Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), dan Politeknik Negeri Malang (Polinema) sukses menarik minat ribuan calon mahasiswa mengadu nasib di jenjang pendidikan tinggi.

Tak mau kalah, PTS-PTS unggulan seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma) dan Institut Teknologi Nasional (ITN) berhasil memberikan sumbangsih luar biasa pada gejolak pendatang ke kota pendidikan ini.

Baca Juga: Polinema Gelar Workshop Teknologi Pengolah Sampah Baru dari Germany

Melihat fenomena rutin tahunan ini membuat MalangTODAY sebenarnya bertanya-tanya, apa sih yang sebenarnya menarik minat mahasiswa-mahasiswa se-Indonesia untuk datang ke markas besar Aremania ini? Yuk kita simak cerita mereka berikut ini!

Malang itu Kota Pendidikan, Bung!

UM Tampung 1.948 Mahasiswa Baru untuk Jalur SNMPTN 2018
Universitas Negeri Malang@MalangTODAY

Sebagian besar mahasiswa baru (maba) ketika ditanya apa alasan mereka ketika memilih kuliah di kota yang terkenal dingin ini, kebanyakan mengatakannya sebagai kota pendidikan. Hmm…

Salah satunya diungkapkan oleh Ganesa, maba yang datang dari Sampang. Menurutnya,  tagline-nya sebagai kota pendidikan cukup memikatnya.

“Karena Malang terkenal kota pendidikan sehingga saya ada minat untuk ke Kota Malang,” tandas mahasiswa yang diterima di Psikologi UM lewat jalur undangan.

Pernyataan tersebut turut diamin oleh Rina Ulfawati Rohmah. Mahasiswi cantik yang diterima di jurusan Tata Boga UM ini mengungkapkan, jika kota terbesar kedua di Jawa Timur ini juga sebagai kota metropolitan yang ditunjang dengan fasilitas-fasilitas lengkap.

“Malang termasuk salah satu kota metropolitan yang dekat dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung saya untuk belajar,” ungkap dara asal Kediri ini.

Baca Juga: Puluhan Ribu Mahasiswa Baru Siap Kepung Kota Malang

Kampus di Malang Berkualitas, lho!

Kampus-kampus di Malang Berkualitas, lho!
Kampus Malang @Edunews

Tak hanya kotanya yang menarik, perlu diketahui bahwa kampus-kampus di kota Arema ini adalah yang terbaik dan ditunjang dengan fasilitas-fasilitas mumpuni. Hal tersebut ditegaskan oleh Jazilatul Huda yang datang jauh-jauh dari Palangkaraya untuk menuntut ilmu.

Baca Juga  Geliat Pemerintah Kota Malang dalam Tingkatkan Melek Literasi
Baca Juga  Senja Kala Bioskop Kelud, Legenda Misbar yang Ingin Dikenang Sepanjang Masa

“UM julukannya learning university yang insyaAllah pendidikannya bagus,” tandasnya bangga karena telah diterima di Pendidikan Sastra Mandarin UM.

Hal senada turut disampaikan oleh Jean Tanoe, calon mahasiswa asal Makassar. Gadis yang berencana mendaftar di UB via mandiri ini menuturkan alasannya memilih UB karena fasilitasnya yang memadai.

“Mungkin UB lebih lengkap ya fakultasnya, fasilitasnya juga,” tukasnya yang berencana mendaftar di Fakultas Kedokteran dan Manajemen Bisnis ini.

Baca Juga: Selamat Hari Koperasi Nasional! Yuk Intip Perjalanan Koperasi di Indonesia

Malang Sejuk dan Bikin Nyaman? Hmm talaa..

Malang Sejuk dan Bikin Nyaman? Hmm talaa..
Malang Dingin @Asli Indonesia

Selain dua hal diatas, alasan umum yang menyebabkan banyak maba berbondong-bondong memilih kuliah di kota berjuluk Paris van East Java ini adalah karena dingin dan sejuk. Memang, letak geografis kota yang dikelilingi gunung-gunung ini merupakan salah satu destinasi liburan favorit karena cuaca sejuknya itu.

“Mungkin karena cuacanya karena di Malang terkenal sejuk sebagai salah satu destinasi pendidikan saya.” kata Rina, maba Tata Boga UM tersebut.

Serupa dengan Rina, Jean yang merupakan calon maba UB menganggap kota bakso ini adalah kota yang nyaman. “Malang nyaman, adem.” tutup dara cantik yang ditemui di depan gedung Samantha Krida UB ini.


Karet Bungkus: Hafid Rozaqi Ma’ruf
Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga, Dhimas Fikri, Choirul Anwar
Penulis: Rakata Iskandar
Editor: Rakata Iskandar
Graphic: Nanda Tri Pamungkas

Berita Terbaru

Related Articles

WhatsApp chat