Tersangka Seorang Nelayan yang Nyambi Nyari Baby Lobster (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Gito (48), nelayan tersangka kasus jual-beli baby lobster di Malang mengaku mencari baby lobster karena mendapat pesanan. Namun Warga Desa Pujiharjo, Kabupaten Malang itu juga mengaku tidak tahu pada siapa baby lobster itu akan dijual.

“Saya hanya mencari, tidak tahu itu (baby lobster) dijual kepada siapa, hanya cari kalau ada pesanan,” katanya.

Dia juga tidak sadar kalau tindakannya yang dilakukan termasuk ilegal dan dilarang. Ia binggung saat tiba-tiba diamannkan oleh petugas.

“Tidak tahu kalau itu dilarang,” tambahnya.

Ia mengungkapkan ketika mencari baby lobster hanya sendiri. Berbekal batang ijuk untuk memancing, ia bisa mendapatkan sekitar 40-an ekor baby lobster.

“Sekali tangkap bisa dapat sampai 40-an ekor,” tutupnya.

nelayan tersangka kasus jual-beli baby lobster

Modus operandi pelaku ACP dan DCK memberikan fasilitas berupa tabung oksigen berukuran sedang dan kantung plastik kepada SGT dan SKT. Selanjutnya mereka membeli baby lobster dari nelayan dan dikirim kembali ke ACP dan DCK.

Baby Lobster memang dilarang untuk diburu berdasarkan Pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Jo Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 Tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), Rajungan (Portunus spp).

Pelaku diacam hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here