dok. redaksi

MALANGTODAY.NET – Komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam memberantas parkatek pungutan liar (pungli) sebagai bagian dari pemberantasan korupsi, direspon Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan membentuk satgas pungli.

Satgas Pungli yang dibentuk bertugas SKPD Non Pelayanan mengawasi dan memantau sekaligus menertibkan praktik pungli yang ada di seluruh instansi pemerintah dan unit pelayanan di lingkup Pemprov Jawa Timur. Sehingga setiap instansi yang dianggap berpotensi melakukan praktek pungli bisa segera diambil tindakan pencegahan, dan langkah hukum yang pasti.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Satgas Pungli nantinya akan diketuai Wakil Gubernur Jawa Timur dengan anggota pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) non pelayanan, seperti Inspektorat, Biro Hukum, Biro Pemerintahan, dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKKAD).

Penjelasan di atas disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dalam keterangannya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, usai memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Prodi DIII dan Program S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kepanjen 2016. Rabu, (19/10).

“Satgas ini akan menghimpun laporan praktik  dan indikasi pungli, selanjutnya dilakukan investigasi, membuktikan, kalau perlu Operasi Tangkap Tangan OTT). Jika terbukti ada praktek pungli, maka pelaku langsung diproses di Inspektorat. Selanjutnya biar ditangani pihak yang yang berwenang yakni Kepolisian ataupun Kejaksaan, ujar Gus Ipul panggilan akarab Saifullah Yusuf kepada sejumlah media.

Selanjutnya ia menambahkan, sanksi yang diterima dari proses hukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang terbukti melakukan tindakan pungli. Berdasar hasil investigasi satgas adalah pemecatan. Tidak ada toleransi bagi praktek pungli dalam pelayanan kebutuhan masyarakat.

Untuk mendukung kinerja satgas, Gus Ipul meminta peran serta masyarakat secara aktif ikut mengawasi setiap lembaga pelayanan negara. Semua laporan yang masuk tentu akan melalui proses pembuktian sebelum diambil tindakan lebih lanjut. (Mohammad Arief)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda