​Usai Usir Pengamen, Pedagang STMJ Ini Minta Maaf
​Usai Usir Pengamen, Pedagang STMJ Ini Minta Maaf

MALANGTODAY.NET – Beberapa waktu lalu netizen sempat dihebohkan dengan berita seorang pengamen yang diusir oleh pedagang STMJ. Diketahui ternyata pengamen nyentrik yang mahir memainkan musik dari daun tersebut merupakan seniman yang ditokohkan serta seorang guru dan pensiunan dosen. Lantas, hal tersebut membuat banyak kalangan tidak terima dan mengumpulkan beberapa orang untuk mengklarifikasi kebenaran berita tersebut.
Safril, yang pertama kali menginisiasi untuk menemui pedagang STMJ mengatakan jika kejadian yang dialami seniman Sukandar atau Cak Kar merupakan teguran jika seniman mulai disisihkan, “Oleh karena itu, kita langsung klarifikasi supaya harga diri pengamen khususnya seniman tidak direndahkan lagi,” terang pria yang akrab disapa Caping tersebut saat dihubungi Malangtoday beberapa menit lalu.

 

Lebih lanjut, Caping berharap dengan tindakan ini tidak ada lagi penistaan kemanusiaan termasuk kepada seniman dan budayawan.
“Semoga tidak ada lagi penistaan kemanusiaan umumnya dan para budayawan, seniman yang berekspresi khususnya. Tidak lagi menganggap seniman sebagai hiburan ruang sepi,” harapnya.
Dikatakan akun media sosial Darsono Kunto yang juga ikut mendatangi warung STMJ tersebut juga mengatakan jika pemilik warung STMJ sudah mengklarifikasi dan meminta maaf.
“Permasalahan penjual STMJ pasar Tawangmangu yang katanya mengusir san tidak memanusiakan saudara kita Bpk Sukandar sudah diklarifikasi bersama teman-teman seniman dan sedulur petruk. Ternyata menurut pengakuan penjual STMJ Bapak Mawardi dia tidak bilang apa-apa dan tidak mengusir teman kita saudara Kandar.

 

Bapak Mawardi telah meminta maaf apabila tadi malam ada penyampaian atau perkataan yang mungkin menyinggung teman-teman dan Bapak Sukandar. Begitu keterangan ybs,” tulis Darsono Kunto.
Sementara itu, ditemui ditempat terpisah, Sukandar pengamen yang ternyata seniman tersebut mengaku tidak marah dengan perlakuan pedagang STMJ, dengan gayanya yang khas, Cak Kar hanya mengatakan diusir saat ngamen sudah menjadi hal biasa.
“Aduh sudah biasa mbak diusir, namanya juga pengamen, hak mereka mau ngusir,” ujar Cak Kar.

Berikan tanggapan Anda