MALANGTODAY.NET – Para pedagang pasar Merjosari menolak keras permintaan Pemerintah Kota Malang unuk pindah ke lokasi pasar Dinoyo, di Jalan MT Haryono. Pedagang bersikukuh akan bertahan di pasar penampungan yang sudah ditempati sekitar 4 tahun tersebut.

Salah satu pedagang, M. Syaiful mengatakan bahwa permintaan pengosongan lokasi pasar Merjosari tidak beralasan, karena sebelumnya pedagang dijanjikan bisa tetap menempati lokasi pasar penampungan tersebut meski pasar Dinoyo selesai direnovasi.

“Dulu, jamannya Pak Peni masih Walikota, ada SK (Surat Keterangan) yang menjelaskan, beli satu dapat dua, artinya nanti walaupun pedagang pindah ke pasar Dinoyo, pasar Merjosari tetap milik kita” ujarnya kepada wartawan.

Pedagang tas dan sepatu itu juga menjelaskan, sebelumnya tidak ada koordinasi ataupun pertemuan antara pedagang dan pemerintah. 

Sementara spanduk berisi pemberitahuan pemagaran area pasar baru diketahui pedagang sehari sebelumnya.
“Ini (spanduk) dipasang kemarin, kita tidak diajak rapat atau apa. Harusnya kan dibicarakan dulu dengan pedagang” tegasnya.

Hal yang sama diutarakan Atik, pemilik kios yang tak jauh dari Syaiful itu menilai pemerintah sangat memaksakan kehendak. Karena sampai saat ini kondisi pasar Dinoyo yang berada di kawasan Mal Dinoyo City itu masih belum siap.


“Rolling dor juga belum ada, terus masih kotor. Jelas, Kita tidak mau” katanya.


Ia menghemdaki ada koordinasi terlebih dahulu dan SK yang pernah dijanjikan (beli satu dapat dua) dapat dijelaskan kelanjutannya. (yat)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here