MalangToday.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar

MALANGTODAY.NET – Polemik pasca selesainya dibangun Pasar Terpadu Dinoyo masih terus bergulir hingga hari ini. Para pedagang merasa bangunan baru tersebut masih sangat tidak layak untuk ditempati. Sehingga mereka memilih untuk tidak pindah. Akibat penolakan itu, pedagang merasa ada intimidasi dari banyak pihak.

“Wali Kota dan pihak investor, tolonglah jangan intimidasi kami,” ungkap Ketua Persatuan Pedagang Pasar Dinoyo, Sabil El Achsan kepada media dalam press release dari Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya (PP OTODA) bersama dengan pedagang Pasar Dinoyo berkaitan dengan polemik pemindahan pedagang Pasar Terpadu Dinoyo, yang berlangsung beberapa menit lalu.

Menurutnya, intimidasi yang didapat selama ini diantaranya pencabutan listrik, penghapusan retribusi, hingga pemasangan seng untuk penampungan sementara, yang beberapa waktu lalu juga mendapat tentangan dari pihak pasar.

“Masalah berdagang ini juga menyangkut perut,” geramnya.

Dengan berbagai bentuk intimidasi itu, lanjuynya, pihaknya bersiap melakukan demo besar-besaran dengan menggandeng berbagai pihak. Termasuk para pedagang pasar yang berada di beberapa titik kota.

“Dalam waktu dekat kami pasti akan melakukan demo besar-besaran, jika memang tidak ada perubahan dan selalu mengintimidasi,” paparnya.

Dia menambahkan, pihak pedagang sama sekali tidak keberatan dengan proses pemindahan. Dengan catatan, pihak investor harus menyelesaikan terlebih dulu pasar tradisional tersebut hingga menjadi layak untuk ditempati. Sebagaimana ketentuan yang telah disepakati sebelumnya, mulai dari kelayakan bangunan hingga fasilitas yang ada di dalamnya.

“Tidak apa-apa pindah, tapi ya diselesaikan dulu dong pasar tradisionalnya,” tegas Sabil.

Berikan tanggapan Anda