MALANGTODAY.NET – Gelombang aksi unjuk rasa dengan tema Tangkap Ahok digelar serentak di beberapa daerah, setidaknya dari Makassar, Palu, Solo, Surabaya, dan Malang.

Aksi turun ke jalan usai Shalat Jumat tersebut dipicu oleh kasus ucapan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama atau biasa diasapa Ahok yang dinilai melecehkan nilai-nilai Islam.

Gelombang massa yang massif menuntut Ahok disulut pernyataan dari mantan Bupati Belitung Timur itu soal tafsir Surat Al-Maidah ayat 51. Menanggapi hal itu, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, memilih untuk tidak ikut dalam aksi yang digelar gabungan dari beberapa ormas pada hari Jumat (21/10).

Menurut Sekretaris PCNU Kabupaten Malang, KH. Abdul Mujib Syadzili, hal itu diambil karena secara struktur PCNU Kabupaten akan mengikuti apa yang dii-instruksikan PBNU di Jakarta.

img-20161021-wa0023-copy
“Dalam hal demo menuntut Ahok, PCNU Kabupaten Malang tidak ikut-ikutan dalam permasalahan itu. Kami hanya tunduk kepada apa yang sudah ditetapkan PBNU,” ujarnya kepada MALANGTODAY.NET, Jumat, (21/10).

Meski di beberapa daerah, tampak bendera NU ada di antara pendemo, secara tegas ia menuturkan bahwa PCNU Kabupaten Malang tetap pada pilihan untuk tidak ikut terlibat.

Dengan alasan kasus tersebut sudah ditangani secara hukum dan mengembalikan penilaian masyarakat terhadap Ahok.

“Sekali lagi PCNU Kabupaten Malang hanya tunduk pada instruksi dari PBNU dan tidak akan ikut-ikutan menurunkan massa ataupun organ underbouwnya,” tegas pria yang juga kandidat Ketua Tanfizdiyah PCNU Kabupaten Malang dalam Konfercab NU pekan depan. (ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda