MalangToday.Net – Berawal dari kegelisahan akan semakin meredupnya minat generasi muda terhadap seni tradisi, Patricia Dwi Septianti mendirikan sebuah kelompok tari. Dengan mengajak teman-temannya sesama alumni Seni Tari Universitas Negeri Malang, ia membentuk sebuah project work yang diberi nama Triacia Dancer Malang, pada tahun 2012.

Kini Tricia Dancer Malang sering diminta tampil di berbagai acara di Kota Malang, dan telah menjadi langganan bagi beberapa instansi untuk mengisi acara-acara seremonial.

Kepada Malang Today, Patricia mengungkapkan bahwa project Triacia Dancer adalah upaya memberi tawaran lain kepada generasi muda yang kini justru lebih tertarik kepada Budaya Pop Korea, atau lebih dikenal K-POP.

“Salah satu penyebab kurang diminatinya seni tradisi di kalangan anak muda, juga kadang karena bentuk publikasi dan kemasan acaranya yang kurang menarik,” ujar dara manis yang lebih akrab dipanggil Puput ini di sela persiapannya tampil di RST Soepraon, pada Jumat, (23/09).

Dalam beberapa kali event kesenian tradisi yang diselenggarakan di Malang, sering kali sepi peminat. Kecuali ada bintang tamu yang telah memiliki nama besar seperti Didik Nini Thowok, yang menjadi daya tarik tersendiri, dan cukup untuk memenuhi gedung pertunjukan.

Belajar dari hal itu, Tricia Dancer berusaha mengemas kreasi tarian tradisinya dengan nuansa kekinian, dengan harapan kalangan generasi muda bisa ikut terlibat. “Beberapa kali kita juga pernah menggarap koreografi dengan nuansa hiphop. Kolaborasi kita lakukan dengan kelompok hiphop, dan itu bagian dari upaya kita melakukan promosi dan memperkenalkan seni tradisi ke generasi muda,”  imbuhnya.

Lebih lanjut Puput menambahkan bahwa dalam setiap kegiatan ia juga selalu menekankan bahwa seni tradisi kita sangat diminati dan dihargai di luar negeri. Hal itu diungkapkan oleh masing-masing anggota Tricia Dancer yang rata-rata sudah pernah tampil dan terlibat di beberapa acara wonderful Indonesia di beberapa negara.

Kini Puput berharap, untuk mengembangkan seni tradisi kita tidak boleh hanya bergantung pada pemerintah saja, sebab menurutnya kegiatan yang diadakan sudah cukup banyak, hanya lemah di publikasi yang kurang menyentuh generasi muda.

“Saat ini jamannya medsos, jadi semua acara apapun sebaiknya di-publish di medsos. Supaya lebih mengena ke generasi muda,” tandas Puput yang bisa ditemui di sekretariat Tricia Dancer Malang, Jalan Teluk Cenderawasih Nomer 84 Arjosari Malang. (rif/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here