Pakar Transportasi: Lebih Baik Transportasi Online Dilarang
Suasana Kantor Gojek di Jl. LA Sucipto

MALANGTODAY.NET – Pemerintah Kota Malang harus bertindak cepat menghadapi polemik transportasi online dan konvensional. Kalau memang dilarang segera diberi kepastian, begitupun sebaliknya, agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Pakar Transportasi dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dr Ir Nusa Sebayang MT berharap permasalahan terkait keberadaan transportasi online segera terselesaikan agar tidak berlarut-larut. Karena sangat rawan dengan persoalan turunannya yang ditimbulkan dari gesekan di lapangan.

“Pemerintah daerah (Kota Malang) harus bertindak cepat. Kalau memang dilarang ya silakan dilarang, tapi kalau diizinkan ya silakan dizinkan agar tidak menimbulkan konflik,” ujar Dr Ir Nusa Sebayang MT, Jumat (23/2).

Nusa mengatakan regulasi yang mengatur keberadaan angkutan online selama ini belum jelas, sehingga lebih aman jika Pemerintah Kota Malang melarang keberadaannya. Sementara angkutan umum konvensional dinilai sudah memiliki kepastian hukum, kendati juga bukan berarti tidak memiliki persoalan.

Dr Ir Nusa Sebayang MT MalangToday.net/Yoga

“Angkutan Online ini kan belum ada aturan untuk seperti angkutan konvensional. Padahal, angkutan konvensional sudah memenuhi aturan dan tahapan-tahapan perizinan hingga munculnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Menurut Saya lebih aman kalau Pemerintah Daerah melarang keberadaan transportasi online,” ungkapnya.

Tidak adanya perizinan, menurutnya sangat membahayakan pengguna jasa transportasi. Sebab, selama ini kendaraan seperti Grab dan Uber tidak memiliki identitas seperti yang dimiliki Taksi.

“Faktor keamanan juga harus dipertimbangkan agar kenyamanan dan keselamatan penumpang terjamin. Kalau tidak ada identitasnya juga bahaya, siapa tahu nanti digunakan untuk tindak kejahatan seperti penculikan,” tambahnya.

Seperti diketahui, belum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Malang terkait keberadaan transportasi online. Sehingga hal ini berujung pada aksi protes yang dilakukan oleh sopir angkot dan taksi konvensional.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

2 COMMENTS

  1. Parameter apa yang membuat orang disebut pakar transportasi? Sebelum marak transportasi online, permasalahan transportasi umum di Malang sudah banyak, mulai taxi tanpa argo, mikrolet yg berhenti di tengah rute seharusnya dan menurunkan penumpang seenaknya di jalan dan keluhan2 lainnya, apakah sudah ada kajian dan solusinya untuk kota Malang?
    Kecepatan teknologi tdk bisa dibendung, masalah transportasi online sudah muncul di seluruh dunia dan bahkan Jakarta 1 tahun yang lalu, kalau seseorang disebut pakar tentu sudah memikirkan dan mengantisipasi hal ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here