P2TP2A Kabupaten Malang akan Berikan Dampingan Psikologi Buat Bitha

MALANGTODAY.NET – Peristiwa penculikan Balita asal Dusun Nongkosewu, Desa Nongkosemar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, bernama Sabitha Mahfudiah Lailia (3,5 tahun ) mengejutkan semua pihak.

Sabhita merupakan anak bungsu pasangan suami istri Satrio Pamungkas dan Yuyun Maulidyah. Sabhita diculik dua pria tak dikenal pada Sabtu, 22 Oktober sekitar pukul 12:15 WIB. Para pelaku menyekap Sabhita selama 33 jam, yang kemudian dilepas di dekat rumahnya.

Proses pengembalian sandera yang masih sekolah di PAUD itu diwarai aksi saling rebutan antara pelaku dan warga Dusun Nongkosewu. Para warga sengaja begadang untuk bersiaga kalau para penculik kembali datang.

Meski tidak ada bekas luka penganiayaan di tubuhnya, kondisi Balita tersebut masih  belum membaik, mungkin karena masih trauma saat di panggil orang yang tidak dikenal. Terutama bila kehadiran orang di rumahnya.

Menurut Hikmah Bafaqih, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A) Kabupaten Malang, memastikan korban pasti mengalami traumatik. Mengingat peristiwa yang dialami tidak seharusnya menimpa anak dengan usia yang masih dalam kategori Balita tersebut.

Secara psikologi, tentu akan berdampak sebab pengambilan paksa yang dilakukan penculik saat ia istirahat tidur siang, adalah orang asing yang tidak biasa ia temui di rumahnya.

“Tetap, korban akan mendapat dampingan psikologi dari P2TP2A. Karena pasti ada traumatik yang belum bisa kita ukur seberapa berat,’ ujar penggagas Laskar Anak ini kepada MALANGTODAY.NET pagi ini.

Selama ini, P2TP2A Kabupaten Malang masih terlibat aktif dalam pendampingan kepada anak-anak dan perempuan korban kekerasan.

Untuk diketahui, P2TP2A Kabupaten Malang merupakan salah satu wadah pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak dalam upaya pemenuhan informasi dan kebutuhan informasi di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Politik, dan Hukum.

P2TP2A merupakan tempat perlindungan dan penanggulangan tindak kekerasan serta perdagangan terhadap anak dan perempuan.(rik)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda