Organda Malang Tuntut Pemkot Tutup Transportasi Online Secara Permanen
Audiensi antara Wali Kota Malang, M. Anton bersama Organda di ruang sidang Balai Kota Malang, (21/02). (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) menutup transportasi berbasis online secara permanen. Sebab berdasarkan regulasi yang ada, angkutan tersebut masuk dalam kategori ilegal.

Perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda), Ipung mengatakan, bahwa pihak Organda akan mengajukan berbagai permohonan.

Pertama meminta Wali Kota Malang untuk mengajukan pengaduan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahwa transportasi online telah menyalahi aturan dari Kementerian Perhubungan. Sehingga perlu dilakukan penutupan secara permanen atas angkutan umum di Kota Malang.

“Sudah jelas, angkutan berbasis online menyalahi aturan,” katanya dalam mediasi antar transportasi online dan transportasi konvensional bersama Forpimda Kota Malang, Senin (27/2).

Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta agar pemkot membuat Peraturan Wali Kota yang melarang dengan tegas angkutan ilegal berbasis online dengan dasar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, PP Nomor 74 Tahun 2014, dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016.

Lebih lanjut ia mengatakan, angkutan berbasis online ini belum dibutuhkan masyarakat. Karena sejauh ini, belum ada sama sekali regulasi yang mengatur izin bagi angkutan berbasis online tersebut.

“Buktinya sampai sekarang belum ada peraturan yang tegas, dan baru dilakukan akhir-akhir ini saja,” katanya.

Menurutnya, konflik horizontal yang sering terjadi antar dua belah pihak itu diharapkan bisa segera berakhir. Sehingga, perlu ketegasan dari pemerintaj daerah agar konflik tak berjalan lebih lama.

“Sudah ada banyak sekali keluhan dari pelaku transportasi online, kondisi lalu lontas pun semakin carut marut karena semakin banyaknya kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum. Karena mereka lebih mudah, tak ada aturan yang mengikat,” jelasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here