Omah Munir Genap Berusia Tiga Tahun, Pesan HAM Semakin Menggema
Peringatan Tiga Tahun Omah Munir (Omah Munir for Malang Today)
MALANGTODAY.NET – Hari ini, 8 Desember 2016, genap 3 tahun Omah Munir. Sebagai sebuah museum, Omah Munir hadir menjadi media pembelajaran HAM. Sudah lebih dari ribuan pengunjung mendatangi Omah Munir. Tak hanya berkunjung, mereka juga menggubakan Omah Munir sebagai sarana diskusi dari banyak kalangan untuk bicara tentang HAM mulai dari anak SD sampai mahasiswa.

Sebagai upaya untuk terus mendesak penyelesaian kasus Munir dan menyebarkan nilai-nilai HAM, Omah Munir bersama dengan beberapa sekolah Menengah atas menyelenggarakan Lomba Debat bertema Menyimak Munir, Mendalami HAM. Kegiatan yang sudah berjalan sejak tanggal dua Desember dan berakhir di tanggal delapan Desember ini merupakan momentum penting untuk mendalami HAM lebih substantif.

Meskipun ujian akhir semester sudah di depan mata, nyatanya para peserta dengan antusias mengikuti perlombaan ini. Semangat kaum muda terlihat cukup tinggi dalam mempelajari HAM langsung pada media pro dan kontra.

Setelah melewati babak penyisihan dan semi final pada tanggal empat Desember, debat HAM hari ini memasuki babak final. Dalam babak final kali ini, tema yang akan dibahas adalah Penyelesaian kasus Munir melalui persidangan kembali.

“Mereka dituntut untuk jeli menggali fakta dan kukuh berargumentasi. Sementara para siswa sekolah menengah ini adalah bukan orang yang tahu Munir, namun mereka menunjukkan kegigihan dan wawasannya tentang siapa Munir dan bagaimana penyelesaian kasusnya. Mestinya aparat yang menangani kasus Munir malu sama dengan mereka,” ungkap Suciwati, melalui keterangan tertulis yang diterima Malangtoday.net beberapa menit lalu.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Debat HAM tingkat SMA/MA/SMK 2016 Omah Munir, F. X. Domini B. B. Hera atau akrab disapa Sisco yang dihubungi melalui jaringan seluler menambahkan, lomba debat HAM 2016 ini tidak akan berhenti pada tanggal 8 Desember ini saja. Namun Omah Munir telah menyiapkan serangkaian kegiatan pendidikan berbasis HAM bagi pelajar, mahasiswa dan guru beberapa mata pelajaran.

“Rangkaian kegiatan tersebut telah banyak mendapat dukungan dan lampu hijau dari beberapa pihak yang sevisi misi dengan Omah Munir,” Papar alumnus Jurusan Sejarah Universitas Negeri ini.

Tak hanya itu, para guru pendamping pun mengutarakan kebanggaan mereka. Salah satunya diungkapkan Guru Sejarah Pendamping SMAN 4 Kota Malang, Intan Cahyaning Handoyo yang mengatakan, melihat antusias para siswa berdebat, sosok Munir pun tampak kembali lahir. Karena semangat mereka, sama dengan semangat yang ditularkan pejuang HAM asal Malang itu.

Penyerahan hadiah bagi SMA pemenang akan dilakukan dalam acara puncak peringatan 3 tahun museum HAM Omah Munir. Acara puncak akan diisi Bincang HAM bersama Usman Hamid, mantan sekertaris TPF Munir dan direktur Change.org dan Herlambang Perdana, ahli hukum dan dosen Universitas Airlangga. Selain itu juga diisi dengan pertunjukkan musik dan tari topeng Malang.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.