Malangtoday.net-Maraknya pemberitaan tentang korban penipuan berkedok investasi ataupun penggadaan uang dengan cara instan, membuat satuan kerja yang bertugas mewaspadai segala jenis investasi yang ada.

Tim kerja yang beranggotakan 39 orang terdiri dari OJK Malang, Polres Malang, Kejaksaan Negeri, Kantor Kementerian Agama, dan Pemerintah Kabupaten Malang. Untuk lingkup Pemerintah Kabupaten Malang yang secara khusus terlibat adalah Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Kantor Penanaman Modal.

Prof. Dr. Ilya Avianti, SE, M.Si selaku Ketua Dewan Audit yang juga merangkap sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia  dalam sambutannya mengungkapkan.

“Banyak masyarakat diiming-imingi investasi dengan tingkat bunga yang sangat tinggi. Kepada masyarakat saya harapkan tidak terperosok kedalam investasi yang tidak jelas dan abal-abal seperti itu,”ungkap Ilya saat pengukuhan Satuan Petugas (Satgas) Waspada Investasi Kabupaten Malang bertempat di Pendopo Agung Malang.

Ilyas menambahkan Kabupaten Malang memiliki banyak sekali UKM yang bermunculan jadi bagaimana caranya supaya UKM-UKM tersebut bisa dijadikan bisnis yang terintegrasi. Misalkan dari segi pariwisata, tonjolkan bisnis kuliner dengan kerajinan tangan menjadi satu paket komplit apalagi disini potensi wisatanya sangat bagus. Jangan berikan kesan bahwa mencari uang itu sulit dan buang logika ingin cepat kaya pada mindset masyarakat kita,” ajaknya.

Ia berharap kepada Satgas yang telah dikukuhkan olehnya tadi, tidak hanya sekedar menunggu dan bekerja setelah ada pengaduan dan setelah adanya masyarakat yang dirugikan. Ketika masyarakat resah hendaknya Satgas harus selalu sigap  terhadap potensi-potensi penipuan yang terjadi. Ia tidak ingin warga Kabupaten Malang menjadi korban atas semua tawaran-tawaran yang tidak masuk akal.

“Jadi saya minta selalu ada evaluasi dalam setiap tindakan yang dilakukan dengan harapan tipuan berbentuk iming-iming yang terlanjur beredar di masyarakat jangan lagi ditularkan kepada yang lain. Seandainya ada gejala diluar akal silahkan kontak OJK seperti data yang sudah kami dapat, ada 163 perusahaan yang masuk dalam kelompok investasi dan ditemukan 47 diantaranya termasuk perusahaan abal-abal apalagi ada yang memberikan embel-embel syariah, saya harap jangan terkecoh karena yang terlihat indah belum tentu didalamnya sesuai,” ungkapnya menutup sambutan. (rif)

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda