MALANGTODAY.NET – Sebagai upaya menseriusi penggalian literasi sejarah Kerajaan Singhasari, pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang memang sudah matang dengan berbagai gebrakan. Salah satunya melalui pendirian Museum Singhasari yang targetnya akan diresmikan di Desember tahun ini.

Kepala Disbudpar Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan, museum ini akan menjadi model pembelajaran bagi setiap kalangan, terutama siswa di Malang Raya. Harapannya, literasi yang dimiliki akan dengam mudah ditularkan.

“Literasi jangan sampai putus, salah satunya ya dengan museum ini,” jelas Arya.

Pria ramah ini menambahkan, berbagai replika dari peninggalan Kerajaan Singhasari nantinya akan menjadi koleksi penting dalam museum tersebut. Diantaranya seperti patung Ken Dedes, Ganesha, Kebo Nandhini, dan Dewi Durga.

Selain itu, lanjutnya, patung dari bupati Kabupaten Malang rencananya juga akan dimasukkan sebagai koleksi lain. Mulai dari bupati pertama sampai dengan selanjutnya.

“Koleksi yang kami himpun termasuk kuga benda pusaka. Jadi kami akan memberi penghargaan bagi warga yang memilimi dan mau menyerahkan barang peninggalan kerajaan kepada kami,” beber Arya.

Sementara ketika disinggung perihal peninggalan asli dari Kerajaan Singhasari yang saat ini sebagian besar berada di Leiden, Belanda, ia mengungkapkan Indonesia sangat mungkin membawanya kembali. Namun dibutuhkan pematangan kerangka berfikir yang tepat. Karena tak sekedar membawanya kembali, pemerintah juga dituntut merawat dan menjaga keamanan dari setiap peninggalan yang ada.

“Kami masih terus mengupayakan kembalinya peninggalan tersebut. Di sisi lain, kami juga membuat replikanya,” pungkas Arya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda