Chiquita Meidy nampak kesal mobilnya diderek Dishub/Instagram/Lambe_Turah

MALANGTODAY.NET – Netizen digegerkan dengan sebuah video seorang perempuan yang tengah marah-marah dalam mobil. Video yang ramai diperbicangkan itu muncul di akun gosip Instagram.

Setelah ditelusuri MalangTODAY, ternyata wanita itu adalah mantan penyanyi cilik, Chiquita Meidy. Penyanyi kelahiran 22 Oktober 1990 itu nampaknya marah karena mobil yang ia kendarai diderek oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub). Namun belum diketahui pasti kenapa mobil kesayangnya itu sampai diderek.

Namun jika melihat postingan Chiquita di akun Instagram pribadinya, dara cantik keturunan Minang ini mengatakan bahwa pada saat itu dirinya sedangmenepi sebentar.  “Demi meningkatkan dan menegakkan peraturan negara, mobil sedang minggir sebentar di derek paksa dgn posisi saya ada didalam mobil tsb. Peraturan apa yah ini? Tulis Chiquita pada keterangan foto yang diunggahnya.

Chiquita mengunggah foto yang memperlihakan bahwa saat diderek, dirinya sedang berada di dalam mobil. “Kecuali parkir dan lebih dari 5 menit tidak ada orang okelah di derek. Ini lagi telfon, dan saya minggir, langsung di tegur dan tanpa apa apa lagi langsung di derek. Bingung sumpah,” lanjutnya.

Sebenarnya ia nampak engan mempublikasikan insiden ini. Namun, kesal karena ia diharuskan membayar Rp.500 ribu untuk membeskan mobilnya. “Nanti kl di share dianggap merusak nama baik dishub. Tapi apalah maksudnya ya? 500 ribu loh :),”  tuturnya.

Postingan Chiquita pun mengundang komentar pro kontra dari natizen.

Mobil Chiquita Meidy yang diderek Dishub/Instagram

“Dishub Jakarta Utara udah ga bener ini.. Mereka menindak bukan berdasarkan pelanggaran, tapi lebih kepada “TARGET”, karena mereka mendapatkan “pemasukan” tertinggi dari parkir liar yg berhasil di derek. Namun ternyata penindakan mereka ini lebih banyak kasus berhenti sebentar serupa kita (tanpa peduli apapun alasannya) daripada menjalankan pergub penindakan parkir liar sebenarnya. Yang membingungkan adalah DEFINISI PARKIR yg ada di aturan mereka BUKANLAH definisi parkir pada umumnya yg dipahami masyarakat. Dan yg mengesallan adalah : mereka bersikeras bahwa perubahan definisi tersebut sudah lama dan sering mereka sosialisasi kan sebelumnya.

Dan cara mereka menindak di lapangan sangat2 tidak manusiawi spt penilaian tamu saya yg dari malaysia tsb. Saya jg sudah sempat Twit ke @basukibtp kemarin terkait kasus ini.. Minta sesekali pak @basuki_btp atau kadishub Jakarta Utara pagi-pagi bawa mobil dan berhenti sejenak di seputaran Artha Gading mal utk merasakan sendiri rasanya diperlakukan “tidak adil” layaknya seorang “penjahat” yang sudah membunuh keluarga mereka, tanpa bisa membela diri dengan pemahaman yang ternyata tidak sesuai (baca : baru kita ketahui) ketika mereka menjatuhkan denda. 505ribu tersebut. Bagi saya mereka itu terlihat hanya kejar target daripada penindakan thd kesalahan. Gimana jika yg berhenti tsb krn driver kaki nya keram atau kena serangan jantung..pasti juga diderek dan didenda kalo emang benar menghentikan kendaraan dg pengemudi masih berada di salam kendaraan termasuk kategori Parkir (ala undang2 dishub),” tulis agunady

“Justru baik loh kalo nelpon minggir dulu, kok malah denda, hah lagi miskin mungkin dishub nya kaga punya duit makanya sembarangan,” timpal mentarihs.gd

“Minggir dan berhenti di area dilarang berhenti sama aja melanggar,” turur monyetbro

“Kalo ada larangan dilarang parkir sih ya mau sebentar atau lama tetep salah mbak. Lain kali liat dulu ada rambu dilarang parkir atau tidak, kalo gak ada baru boleh berenti sebentar,” kata bondanwicaks

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here