Mitra Grab: Tidak Fair Kalau Kami Dilarang Beroperasi
Mitra Grab Kota Malang, Ardiansyah (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Mitra Grab Kota Malang, Ardiansyah membantah pernyataan Dinas Perhubungan yang menyebut Kota Malang tidak membutuhkan transportasi berbasis online. Pasalnya, tidak sedikit pelangan ojek yang melek teknologi mulai beralih menggunakan jasa bebasis smartphone.

“Sehari satu driver online rata-rata mendapat 10 penumpang loh, dan jumlah kami ada sekitar 250 driver lebih,” katanya kepada awak media Selasa (21/2).

Jasa transportasi online saat ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Karena memang berjalan sesuai dengan tuntutan zaman. Saat ini perkembangan dan kecanggihan teknologi sudah banyak dilirik oleh masyarakat, terutama dalam mempermudah aktivitas.

Terkait memanasnya gesekan antara Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang dan transportasi online, menurutnya sebagai sesuatu yang wajar. Sebab dalam konteksnya dipastikan akan ada sikap pro dan kontra.

“Tapi kalau ada permintaan agar kami berhenti tidak beroperasi, maka kami tidak setuju. Kita ini kan sama-sama mengais rezeki, kenapa harus disalahkan,” tambahnya.

Terlebih, lanjut Ardi, transportasi berbasis online ini juga sudah memiliki payung hukum, berupa Permenhub Nomor 32 Tahun 2016. Kemenhub juga mengklasifikasikan taksi online sebagai jenis angkutan sewa khusus, yang dapat menjalankan aktivitas angkut orang sesuai dengan ketentuan. Dia menyebutkan, peraturan tersebut saat ini tengah dalam masa uji publik.

Pihak menolak jika diminta berhenti beroperasi dari menarik pelanggan. Kebijakan ini akan menjadi sangat tidak fair. Karena juga belum ada regulasi mengikat yang mengatakan bahwa transportasi online tidak diperbolehkan untuk beroperasi.

“Kecuali ada peraturan yang jelas, maka berhenti tidak apa-apa, kan ini masih belum fix, jadi kenapa kami harus berhenti?” tegasnya lagi.

Selain itu, transportasi online ini juga sudah mengurangi angka pengangguran di Kota Malang. Artinya, apabila usaha tersebut ditutup, maka angka pengangguran usia produktif secara otomatis akan bertambah.

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here