Ahmad Bustomi saat membela Arema @bolaindo
Ahmad Bustomi saat membela Arema @bolaindo

MALANGTODAY.NET – Aksi demo tolak hasil Pemilu dan Pilpres 2019 berbuntut panjang. Sejak Selasa (21/5/2019) demonstran menyampaikan aspirasinya di depan kantor Bawaslu dan KPU. Jakarta pun ricuh tatkala bentrok antara aparat keamanan dengan massa provokator pada Selasa malam.

Aksi ini rupanya masih berlanjut hingga Rabu (22/5/2019). Kerusuhan pun tak dapat dihentikan. Massa provokator mengamuk tak keruan, membakar, merusak, dan berlaku anarkis. Kericuhan juga merembet di beberapa wilayah Jakarta dan luar Jakarta, termasuk di Madura yang terjadi semalam.

Tentu, aksi meresahkan ini menimbulkan banyak dampak. Tidak hanya kerugian yang dialami negara, masyarakat yang tinggal di daerah kerusuhan pun ikut menelan dampak itu.

Bahkan, imbasnya turut dirasakan masyarakat Indonesia. Akses media sosial mereka terganggu lantaran Kominfo membatasi aktivitas maya tersebut. Korban berjatuhan. Penangkapan massa juga dilakukan.

Berbagai opini ketidaksetujuan atas aksi ini pun bertaburan. Termasuk yang diutarakan oleh esk gelandang Arema FC, Ahmad Bustomi. Melalui akun Twitter pribadinya, @Bustomi_19, menginginkan Jokowi dan Prabowo bertemu. Alasannya tak lain adalah ingin kerusuhan tersebut cepat reda.

“Koentjinya adalah secepatnya pak Jokowi dan pak Prabowo ketemu bukber bareng taraweh bareng tadarus bareng semak-semakan loh kan enak adem. Rakyatnya melok aden seneng…,” tulisnya.

Tentu bukan tanpa maksud pria yang sekarang membela Mitra Kukar ini menulis cuitan tersebut. Dia ingin kerusuhan yang terjadi segera selesai. Bustomi menawarkan kunci penyelesaian dengan pertemuan kedua kubu dalam Pilpres tersebut.

Sementara, Prabowo sendiri sudah berkomentar terkait kerusuhan tersebut. Hal ini disampaikan saat jumpa pers di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (22/5/2019). Dia menyampaikan agar massa menghentikan aksinya dan menyebut kerusuhan 22 Mei mencoreng marwah bangsa.

Prabowo juga menegaskan kepada massa untuk berlaku sopan santun, menghormati para penegak hukum, dan menghindari kekerasan fisik.

Kendati sudah reda dan kondusif, polisi masih melakukan penjagaan ketat di sejumlah titik di Jakarta dan kantor Bawaslu. Tujuannya untuk menghalau aksi anarkis susulan. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.