Menjelajah Gua Sarang, Gua Eksotis di Pulau Weh
Gua Sarang di Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh, Indonesia. (In Aceh)

MALANGTODAY.NET – Akhir pekan banyak dimanfaatkan sebagian orang untuk berkumpul bersama keluarga. Momen ini pas digunakan untuk mereka berlibur bersama orang tersayang.

Gua Sarang yang terletak di kaki tebing dan perbukitan hutan lindung Pulau Weh di Kota Sabang, Provinsi Aceh dapat menjadi rujukan destinasi wisata, jika  Anda ingin wisata alam.

Anda akan disuguhi pesona guratan dinding-dinding gua batu yang berdiri kokoh di kaki tebing dan perbukitan hutan lebat serta jernihnya air laut pulau paling ujung barat Nusantara yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia itu.

Bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin ke Gua Sarang ini, mereka disarankan untuk menyewa sepeda motor dari warga setempat setibanya di Pelabuhan Balohan, karena kota ini tidak memiliki sistem transportasi umum, seperti angkutan kota dan taksi.

Dengan uang sewa berkisar Rp80.000 sampai Rp100.000 per 24 jam pemakaian, Anda sudah dapat menelusuri berbagai destinasi wisata yang dimiliki kota dengan luas kawasan mencapai 153 kilometer persegi ini, termasuk Gua Sarang, tanpa kesulitan.

Setibanya di sebuah pertigaan sekitar tiga kilometer sebelum simpang dua gapura Desa Wisata Iboih, ada papan petunjuk arah ke Gua Sarang di sisi kanan ujung jalan yang memandu wisatawan untuk berbelok ke kiri.

Di sepanjang perjalanan belasan kilometer dari Kota Sabang atau Pelabuhan Penyeberangan Balohan menuju Gua Sarang itu, Anda disuguhi pemandangan alam pegunungan, hamparan laut biru, aktivitas ekonomi warga, dan perkampungan penduduk.

Tikungan-tikungan tajam, jurang-jurang yang dalam, dan ancaman longsor tebing di salah satu sisi jalan menjadi tantangan para pengendara sehingga pengaturan kecepatan dan kondisi baik rem kendaraan diperlukan.

Setibanya di pos pembelian tiket masuk seharga Rp5.000, setiap pengunjung harus menuruni puluhan anak tangga untuk mencapai titik awal jalur trekking maupun keberangkatan perahu ke Gua Sarang.

Di sisi kanan titik awal jalur trekking melalui jalan setapak berbatu-batu itu, terdapat sebuah rumah panggung bercat merah dan hijau bertuliskan “boat ke Gua Sarang” dan “menyediakan alat snorkeling” milik Ketua Pemuda Iboih Teuku Ubit.

Dari situ, para wisatawan yang berkunjung dapat memilih jalur trekking dengan berjalan kaki untuk mencapai beberapa sisi gua atau menyewa perahu bermotor milik Teuku Ubit untuk menyaksikan pesona tujuh mulut gua dari arah laut.

Tenang, biaya sewa perahu bermotor milik Teuku Ubit tergolong murah loh, hanya Rp. 200.000 ribu. Perahu bermotor itu mampu memuat maksimal 11 orang penumpang, sehingga per orangnya hanya membayar kurang dari Rp20.000 saja loh, murah kan guys.

Setelah berada dekat, nampak ada dua bukit batu berwarna kehitaman dan tebing-tebing batu yang ditumbuhi tanaman-tanaman liar kokoh berdiri. Hempasan ombak laut berwarna hijau toska tak menggoyahkan bukit dan tebing batu tersebut.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here