dok. Rianto Wisma Tumapel

MALANGTODAY.NET – Sejak jaman dahulu Kota Malang terkenal dengan keasrian dan kesejukkannya, tidak lain karena Kota Malang dikelilingi oleh tiga gunung sekaligus. Oleh sebab itu Kota Malang menjadi tempat favorit para penjajah termasuk Belanda.

Bangunan-bangunan bersejarah banyak tersebar dibeberapa lokasi strategis di Kota Malang. Bangunan-bangunan tua itupun masih sangat terawat dan masih mempertahankan corak bangunan khas abad 18an dan menjadi saksi bisu penjajahan pada jaman Belanda.

Salah satunya yang berada ditengah-tengah kota yakni bangunan Wisma Tumapel. Bangunan yang bercorak khas abad 18-an ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Malang, wisatawan domestik bahkan wisawatan mancanegara.

Bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1928 ini memiliki daya mistis tersendiri. Awalnya bangunan ini adalah Hotel Splendid-Inn milik Belanda, bangunan yang tergolong mewah pada jamannya tersebut, karena lokasi yang strategis sekaligus berdekatan dengan Balaikota dan Monumen Tugu.

Sejak didirikannya, bangunan kuno ini telah beberapa kali berganti kepemilikan. Pada tahun 1944 hotel ini diambil alih oleh pemerintahan Jepang yang kemudian dialih fungsikan sebagai kantor Pemerintahan.

Sekitar tahun 1950, bangunan kuno ini berganti kepemilikan lagi dan digunakan sebagai wisma dosen dan ruang kelas oleh FKIP Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Dan pada tahun 1968 bangunan difungsikan sebagai wisma milik IKIP Malang. Bangunan kuno ini sempat dinonaktifkan pada tahun 2009. Menurut kabar, rencananya bangunan ini akan dijadikan sebagai Hotel milik UM, tapi entah mengapa sampai saat ini belum terealisasi dan bangunan ini masih menjadi tempat kosong.

Selain terkenal dengan aura mistisnya wisma ini juga menjadi tempat wisata mistik unik karena corak khas bangunannya yang vintage dan menjadi tempat hunting favorit para fotografer.

Sampai saat ini, bangunan ini seperti beralih fungsi sebagai tempat wisata yang wajib dikunjungi jika kalian berkunjung ke Kota Malang. Dengan suasana bernuansa khas abad 18 ini membuat para pengunjung akan merasa kembali pada jaman kolonialisme.

Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi saat kita mengunjungi wisma ini. Para penjaga selalu mengingatkan kepada para pengunjung yang kebanyakan fotografer dan model untuk tidak teriak – teriak dan tidak membuka pintu yang tertutup. Wisma Tumapel di buka pada pagi hingga siang hari saja dan ditutup sekitar jam 17.00 WIB.

 

Berikan tanggapan Anda