PBB di Lebanon
Wan TNI

MALANGTODAY.NET  Bergabung dengan Pasukan PBB dalam menjaga perdamaian daerah rawan konflik adalah dambaan bagi setiap prajurit. Karenanya, begitu mendapat permintaan dari Binwara TNI AU untuk mengikuti seleksi penugasan di Lebanon, Sertu Etika Sari menyambut gembira.

Wanita angkatan udara atau Wara ini menceritakan, awal mula bergabung dengan TNI AU ketika dia mengikuti test pada 2007 dan mengikuti pelatihan wara angkatan 31 pada 2008. Dalam proses pendidikan dasara selama 6 bulan, ia disarankan masuk pada penjurusan penerangan.

“Dari hasil test kejiwaan, dan test kemampuan. Akhirnya saya disarankan untuk masuk penjurusan penerangan. Kemudian magang di MABES TNI AU,” ujar perempuan alumni SMA 6 Malang yang kini berdinas di Penerangan dan Perpustkaan (Pentak) Lanud Abd Saleh kepada Malangtoday.net pada, Senin (10/10).

Selanjutnya dengan bertugas di Pentak, ia justru berkesempatan menjalani hobinya dengan lebih serius, yaitu Fotografi. Selain itu dia juga berkesempatan memperoleh pendidikan di bidang sejarah dan penulisan. Salah satu kursus yang pernah ia peroleh adalah Kursus Bintara Sejarah di Mabes TNI pada 2015.

Dengan bekal berbagai keterampilan tersebut, maka saat mengikuti seleksi pasukan perdamaian di Lebanon bisa ia lalui meski rivalnya juga tidak bisa dianggap gampang. Total peserta yang ikut seleksi sebanyak 700 prajurit dari semua kesatuan, dan yang berhasil lolos sebanyak 320, dan hanya 11 di antaranya adalah perempuan, atau biasa disebut wan TNI.

Kemudian dari semua yang lolos seleksi dilakukan test lanjutan di Bogor dengan materi test kesehatan jiwa, kesegaran jasmani, kesehatan, kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan komputer.

“Pasukan yang lolos seleksi selanjutnya Penugasan kontingen KONGA XXX-G/UNIFIL LEBANON satgas MCOU,  Militarry Community Outreach Unit, sebagai bintara fotografer,” ujar istri dari Kapten Tek Rendra Yogi Permadi Skatek 022 Lanud Abd Saleh.

Yang menarik bagi Tika, begitu ia sering dipanggil, adalah saat mengikuti Pra Tugas selama 1 bulan di Pusat Misi Perdamaian PBB di Bogor. Banyak materi yang ia peroleh, diantaranya politik budaya, pengetahuan sosiologi dan detail tugas lainnya.

“Di samping materi-materi tentang sosio budaya, kami juga dituntut punya kemampuan negoisiasi dan komunikasi yang baik. Seperti yang kami alami dalam simulasi ketika dicegat kawanan milisi dengan posisi senjata di belakang punggung. Kami diminta melakukan negoisasi supaya misi perdamaian kami berhasil,” tuturnya.

Nantinya, selama bertugas di Lebanon pertengahan November mendatang, wanita udara satu-satunya dalam pasukan TNI yang dalam tugas di Lebanon ini mengungkapkan akan bertugas sebagai fotografer. Ia ditugaskan selama 1 tahun. Dengan wilayah tugas di kota Naqoura, Lebanon Selatan yang berbatas langsung dengan Israel.

“Melihat kondisi negara lain, saya merasa sangat bangga dan kagum atas kondisi Bangsa Indonesia. Tidak ada tempat seindah dan sedamai Indonesia di hati saya,” ujarnya menutup pembicaraan. (ind)

Loading...