MALANGTODAY.NET – Tak hanya mencetak lulusan yang berkompetensi, Polinema juga terus menghasilkan lulusan berprestasi dibidangnya. Seperti dalam kesempatan wisuda yang akan diselenggarakan besok misalnya, perguruan tinggi kenamaan ini kembali menunjukkan eksistensinya melalui lulusan terbaiknya.

Dalam program D4, Afri Yosela Putri dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,87. Angka yang nyaris sempurna ini tak hanya menjadi kebanggan bagi pihak kampus. Melainkan juga menjadi motivasi bagi Sela dan para mahasiwa Politeknim untuk terua mengukir prestasi.

Menurut Sela, predikat sebagai wisudawan terbaik yang diberikan kepadanya merupakan sebuah kebanggaan baginya dan keluarganya. Namun disisi lain, ia menekankan bahwa apa yang ia dapat itu tak semudah apa yang orang-orang lihat. Karena sebelumnya, ada banyak perjuangan yang harus ia lewato. Tak cukup dengan belajar dan kerja keras, kemauan dan konsistensi juga menjadi sangat penting.

“Karena kese.payan sekolah nggak dua kali, saya nggak mau menyesal. Jadi selama saya bisa saya akan mengerjakan tugas saya dengan sungguh-sungguh,” katanya kepada Malangtoday sesaat sebelum mengikuti proses gladi bersihh wisuda Polinema.

Perempuan berhijab ini menyebutkan, motivasi utama yang membuatnya terua berprestasi adalah orangtua. Sejak masih dudum di bangku sekolah dasar, ia selalu berkomitmen untuk menjadi yang terbaik. Itu sebabnya, sejak masih SD hingga sekarang ia selalu menempati posisi terbaik di dalam kelas.

Sela menyebutkan, ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengukir prestasi. Terutama harus terus ulet, rajin, dan aktif dalan kehidupan sosial. Karena dari situ, kreatofitas akan terus berkembang, begitu juga pengetahuan seseorang akan ikut berkembang.

“Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk berdoa dan dengarkan kata orangtua,” terang sulung dari dua bersaudara inim

Sebelum dinobatkan sebagai lulusan terbaik, perempuan yang lahir 22 tahun lalu itu memang terus aktif dalam berbagai organisasi. Tak sedikit pula prestasi yang mampu ia gondol, baim dari dalam maupun luar negeri.

Di tahun 2013, ia juga sempat menempati posisi ke 15 dalam perhelatan public speaking yang diselenggarakan di PPNS Surabaya dan dalam tingkat provinsi. Selanjutnya, ia juga sempat menjadi mahasiswa berprestasi pada tahun 2016. Bahkan sebelumnya di tahun 2016 ia juga dinobatkan sebagai Duta Polinema yang bertugas menjadi simbol utama dari Pilinema dengan berbagai prestasi yang dimiliki. Terutama untuk mengharumkan nama baik kampus.

“Ada beberapa perlombaan yang memang saya ikuti. Karena perlombaan bagi saya menjadi objek terbaik untuk belajar, dan dari situ lah saya banyak belajar,” tambah perempuan domisili Turen ini.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informasi ini juga menambahkan, cara belajar paling efektif yang ia lakukan selama inj salah satunga adalah dengan menyelesaikan setiap permasalah yang ada. Kareba ada banyak rumus baru yang bisa ia retaskan dalam setiap praktik penyelesaian masalah itu.

Dalam sebuah kesempatan misalnya, lanjut Sela, ia dan beberapa teman yang tergabung dalam sebuah kelompok memilih menyekesaikan permasalahan yang dirasakan para lansia dengan memanfaatkan teknologi informatika.

Ketika itu, ia tengah menjalani tugasnya dalam program pertukaran pelajar di Singapura. Permaslahan yang dialamai ketika itu berhas diselesaikan dengan sebuah alat yang dinamai preventhief pi.

“Waktu itu saya bertiga bersama teman-teman. Karena di sana bangak terjadi kasus pencurian di rumah para lansia. Sebelumnya juga sempat membuat alat untuk membantu memudahkan difabel,” tambah Sela.

Ilmu dan segudang prestasi yanh didapatkan itu ia harapkan dapat memberi banyak manfaat bagi orang banyak, minimal bagi orang-orang yang ada disekelilingnya. Karena ia sendiri juga sangat berkeinginan menjadi seorang dosen dan mengabdikan dirinya untuk bangsa dan masyarakat Indonesia.

“Dulu saya memang bercita-cita menjadi dokter, tapi sekarang saya ingin me jado dosen. Karena mengajartak hanya menularkan ilmu, tapi saya juga bisa terus belajar. Saya harap saya bisa melanjutkan studi stratat dua secepatnya,” tambah gadis ramah ini.

Tak berhenti disitu, dengan penuh keyakinan ia pun mulai memantapkan diri untuk terjun langsung ke dunia kerja. Bermodalkan sedikit pengalaman yang didapat selama ini, ia siap menata masa depannya dari nol.

“Kareba kesuksesan tidam didapat dengan mudah. Semua harus saya mulai dari nol, dan saya siap menatap kerasnya dunia kerja melalui kemauan saya agar dapat dipercaya,” pungkasnya. (pit)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here