Mencari Keadilan Selama 20 tahun, Ibunda Bimo Petrus Akhirnya Tutup Usia
Jenazah Ibunda Bimo Petrus (yoga)

MALANGTODAY.NET – Penantian panjang menanti kembalinya sang anak, Bimo Petrus, akhirnya berakhir. Senin (6/8) pagi, Genoveva Misiati tutup usia di umur 76 tahun.

Sebelum meninggal dunia, ia selalu berjuang menuntut penyelesaian kasus anaknya yang hilang dalam tragedi 1998. Hal ini pula yang juga berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Penyakit Ibu dari aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini pun, juga belum diketahui meski sudah enam kali masuk rumah sakit.

Baca Juga: Arema FC Punya Agenda HUT ke 31, Ini Jadwalnya!

“Penyebab sakit yang di diagnosis belum ketemu, katanya penyakit dalam, sakit perut,” kata Dionysius Utomo Rahardjo, suami Genoneva Misiati yang juga ayah dari Bimo Petrus.

Terkait anaknya yang hilang bersama sejumlah aktivis seperti Wiji Thukul ini, ia mengaku tidak ada permintaan terakhir. Hanya saja, do’a untuk anaknya yang kabarnya diculik itu selalu dipanjatkan sebelum meninggal.

“Tapi selalu ada dalam doanya agar Bimo Petrus kembali ke rumah,” papar pria yang tinggal di Jalan R Tumenggung Suryo II / 20 Kota Malang ini.

Upaya demi upaya, tegas dia, akan terus dilakukan meski saat ini mulai pesimis bahwa keadilan akan datang pada masa Pemerintahan Jokowi.

“Jokowi ingin membuka, tidak mungkin (terungkap). Pemerintahan Jokowi dikerumuni oleh tentara, tidak mugkin lah,” imbuhnya.

Sementara itu, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Suciwati, menganggap Misiati adalah pejuang yang luar biasa dalam mencari kabar tentang keberadaan anaknya, mahasiswa Universitas Airlangga yang hijrah ke Jakarta sebelum hilang.

Baca Juga: Lihat dari Sisi Berbeda, Inilah 5 Prestasi Prabowo Subiyanto

“Waktu (menunggu) 20 tahun itu tidak sebentar. Saya pikir selama ini (beliau) yang tetap konsisten di antara keluarga korban hilang yang sudah meninggal,” ucap istri Munir Said Thalib ini.

Baca Juga  Pelaku Penebangan Pohon di Depan Jatim Park 3 Masih Misterius

Hingga berita ini ditulis, jenazah Misiati masih berada di Yayasan Gotong Royong setelah wafat di RS Panti Nirmala. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Ngujil, Bunul, Kota Malang, Selasa (7/8) besok sekitar pukul 08.00 WIB.

Reporter : Rahmat Mashudi Prayoga
Editor : Kistin Septiyani

Loading...