MalangToday.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar

MALANGTODAY.NET – Predikat Malang sebagai kota kreatif memang sudah tidak perlu disangsikan lagi. Karena di kota yang sejuk ini, ada begitu banyak kreator yang patut untuk diacungi jempol. Salah satunya Payung Mutho, atau payung kertas yang ternyata sudah melegenda sejak puluhan tahun lalu. Tapi sayangnya, perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap hasil karya ini masih sangat minim.

Perajin Payung Mutho, Rasimun mengatakan, perajin yang konsentrasi mengembangkan kerajinan payung kertas ini sudah tidak banyak. Karena selain memiliki proses yang panjang, mengemas kerajinan ini juga membutuhkan ketelatenan dan keuletan.

“Di Kota Malang ini sepertinya hanya ada satu saja yang mau menggeluti karya ini,” katanya pada Malangtoday.net beberapa menit lalu.

Tapi untungnya, Mbah Karimun dan karyanya yang melegenda itu masuk dalam agenda Festival Mbois. Di mana siang ini, pria paruh baya itu berkesempatan memamerkan hasil karyanya dalam pameran yang diselenggarakan di Digital Lounge (Dilo) Malang.

Salah seorang panitia Festival Mbois 2016, Yuyun mengatakan, hasil karya yang luar biasa seperti Payung Mutho itu sangat patut untuk diapresiasi. Terutama untuk mengenalkan kepada masyarakat secara global. Dengan harapan, mampu menciptakan pasar secara lebih luas lagi.

“Ada beberapa yang nggak paham bahwa payung ini dibuat oleh orang Malang, jadi dengan hadirnya Mbah Rasimun sebagai pembicara ini tujuannya dapat meningkatkan pasar, dan banyak yang tertarik,” paparnya.

Berikan tanggapan Anda