Jual telur

MALANGTODAY.NET – Sejumlah penelitian terkait keuangan menggambarkan di berbagai negara khususnya negara berkembang, literasi masyarakat tentang keuangan masih belum begitu tinggi. Bahkan literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di bawah Singapura.

Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya masyarakat yang dirugikan setelah ikut menabung, berinvestasi dan mengelola keuangan di lembaga keuangan yang tidak kredibel.

Poin tersebut yang menjadi topik pembahasan dalam seminar Akuntansi, Manajemen dan Keuangan di Politeknik Negeri Malang, Rabu (27/09) hari ini.

Jual telur
Jual telur

Panitia Seminar, Aang Afandi mengatakan seminar ini sekaligus sosialisasikan Undang-undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPSK), yang berfungsi menjaga sistem keuangan nasional stabil.

“Undang-undang ini akan berjalan baik ketika literasi masyarakat tentang keuangan memadai. Jadi, saling keterkaitan” ujar Aang kepada wartawan.

Hadir dalam seminar perwakilan Kemenkeu Deni Ridwan, Direktur Dept. Hukum BI Imam Subarkah, senior analisis LKM OJK Roberto Akyuwen, Direktur Operasional dan Jaringan Jamkrindo R. Sophia Lizsa serta Dekan FEB Universitas Brawijaya Malang Prof. Candra Fajri Ananda.

“Sinergi perguruang tinggi, lembaga keuangan, lembaga tinggi negara dan BUMN ini kami berharap literasi keuangan masyarkat semakin baik” tutupnya. (yat/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda