MALANGTODAY.NET – Indonesia saat ini dapat dikatakan darurat kanker serviks. Pasalnya, berdasarkan data Yayasan Kesehatan Indonesia, selama satu jam sekali perempuan meninggal karena penyakit mematikan ini. Sementara dalam skala dunia, WHO mencatat ada kematian perempuan akibat kanker serviks setiap dua menit sekali.

“Malang juga termasuk dalam tujuh kota di Jawa Timur yang darurat kanker serviks,” ungkap Mentor Utama Gaksi, Herlina.

Menurutnya, predikat Malang sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata memyimpan resiko tinggi terjadinya kanker serviks. Sebab, mobilitas yang tinggi dan bebasnya pergaulan menjadi pemicu utamanya.

“Memang itulah resiko yang harus diambil,” tambahnya.

Mengatasi itu, lanjutnya, ada berbagai upaya pencegahan yang harus dilakukan. Diantaranya mengetahui sejak dini penyebab dan pemicu terjadinya kanker serviks, dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Sementara pencegahan yang bisa dilakukan menurutnya seperti menghindari makanan cepat saji, makanan yang mengandung pestisida, makanan yang diawetkan, hingga makanan yang dibakar.

Sedangkan gejala utama yang dialami seperti nyeri disekitar panggul, nyeri kandung kemih, pendarahan setelah berhubungan badan, pendarahan di luar masa haid, siklus menstruasi yang tidak jelas, dan keputihan yang tidak normal.

“Harus dideteksi sejak dini,” pungkasnya. (ind)

Berikan tanggapan Anda