Majukan Kebudayaan, Sutiaji Komitmen Gandeng Seniman dan Budayawan
Sutiaji Komitmen Gandeng Seniman dan Budayawan (Yoga)

MALANGTODAY.NET – Bertepatan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, menggelar audiensi bersama perwakilan seniman dan budayawan se Kota Malang di Ruang Rapat Walikota, pada Kamis (9/8).

Audiensi ini, dilakukan untuk mengapresiasi pesan dari para seniman dan budayawan untuk bersama pemerintah dalam memajukan seni dan budaya, terlebih paska terbitnya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dihadapan para seniman dan budayawan, Sutiaji juga menegaskan, jika pihaknya akan sangat terbuka untuk bertemu dan berdialog dengan siapapun, seperti dengan.

Baca Juga: Ngeri Atau Ngawur, Roy Kiyoshi Prediksi Bencana Alam Indonesia 7 Bulan Lalu?

“Saya tegaskan pada forum ini, bahwa saya senantiasa membuka diri untuk bertemu dan berdialog, termasuk dengan para seniman. Jadi tidak benar, kalau ada yang menyatakan saya menutup diri atau tidak menerima permohonan bertemu dengan seniman,” kata Sutiaji, Kamis (9/8).

“Karenanya saya harap jangan bertindak pada informasi yang nggak benar, mari kita bergandeng tangan erat dengan itikad baik untuk memajukan kota Malang secara bersama, “tegas Sutiaji.

Dalam kesempatan ini, Sutiaji memaparkan bahwa audiensi ini memiliki nilai strategis dalam rangka mengembangkan kebudayaan di Kota Malang. Pasalnya, seni dan budaya
merupakan salah satu potensi yang harus dikembangkan.

Baca Juga: Dituduh KDRT dan Masalah Ekonomi, Begini Respon Pihak Sule

“Pemerintah Kota Malang terus berupaya menggandeng semua elemen termasuk para seniman dan budayawan dalam memajukan kebudayaan di Kota Malang,” pungkasnya.

Ada tiga aspirasi yang disampaikan oleh seniman kepada Wali Kota Malang terpilih periode 2018 – 2023 ini, yakni mewujudkan visi menjunjung tinggi keragaman budaya sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2017, meminta penetapan Perwal tentang pembentukan Dewan Kebudayaan Malang dan meminta agar musyawarah seniman dan budayawan guna membentuk Dewan Kebudayaan Malang difasilitasi.

Menanggapi hal itu, Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, mengapresiasi permintaan tersebut mengingat kebudayaan tak bisa dilepaskan dari upaya pemerintah dalam memajukan sektor wisata. Pasalnya, khusus Kota Malang, tidak memiliki sumber daya alam sebagai tujuan wisata.

Baca Juga  Ada Misskomunikasi Warga dan NU, Ini Penjelasan Wali Kota Malang

“Budaya ini menjadi salah satu hal yang berpotensi untuk ditonjolkan dalam upaya memajukan wisata,” tandasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga ingin ada Kampung Malangan untuk menujukkan karakter dan kebudayaan asli Malang. “Jadi ketika orang masuk di dalamnya (kampung) sudah tahu bahwa ini adalah Malang,” tuturnya.

Terkait dengan Dewan Kebudayaan Malang sebagai pengganti dari Dewan Kesenian Malang yang telah lama vakum, Sutiaji menegaskan jika hal itu sudah diatur dalam UU No 5 Tahun 2017 sehingga memiliki dasar hukum untuk pembentukannya.

Baca Juga: Langgar 5 Peraturan Adat Ini Maka Kamu Akan Celaka, Nomor 5 Bikin Tekor

“Nomenklaturnya adalah kebudayaan bukan kesenian. Karena menurut hemat saya, kebudayaan ini maknanya lebih luas dari kesenian. Kesenian adalah bagian dari kebudayaan. Sehingga nomenklatur tersebut sudah sesuai dengan visi dan misi kita bersama dalam memajukan kebudayaan,” tukasnya.

Ia pun juga menginformasikan dalam kesempatan ini, bahwa Pemerintah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu
sudah ada itikad baik bersama dengan para seniman dan budayawan membangun Malang Raya.

“Tentunya hal ini juga akan sangat strategis dalam upaya membangun kebudayaan di Kota Malang di masa mendatang,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan seniman dan budayawan, Rudi Satrio Lelono, mengatakan jika niatan baik untuk memajukan seni dan budaya sudah diterima baik oleh Pemerintah Kota Malang. “Kedepan mari kita bersama-sama memajukan seni dan budaya untuk Kota Malang,” jelas Rudi.


Reporter : Rahmat Mashudi Prayoga
Editor    : Swara Mardika

Loading...