Legenda Es Tawon, Favorit Tua Muda Sejak 1960-an
Es Tawon @MalangToday.net/Rajih Arraki

Pertanyaan pertama yang terbesit dalam pikiran saat mengunjungi outlet Es Tawon di Jalan Zainul Arifin Kota Malang ini adalah, di manakah tawonnya? Alih-alih bernama Es Tawon, justru es yang dijual dengan harga Rp 7 ribu ini bukan berasal dari tawon.

Hanya saja memang dulunya terdapat sarang tawon di warung es ini sehingga namanya terkenal dengan Es Tawon Kidul Dalem karena dulunya Jalan Zainul Arifin bernama Jalan Kidul Dalem. Orang-orang lebih mengenal nama Es Tawon Kidul Dalem atau Es Kidul Dalem.

Warung Es Tawon yang melegenda ini memiliki sejarah panjang dalam perintisannya. Dimulai semenjak tahun 1960, es tawon dirintis oleh Yaimah dengan berjualan es pada ujung sebuah gang di Jalan Kidul Dalem yang kini dikenal dengam nama gang Es Tawon Kidul Dalem.

Legenda Es Tawon, Favorit Tua Muda Sejak 1960-an
Es Tawon @MalangToday.net/Rajih Arraki

Hingga tahun 1996, usaha Yaimah dilanjutkan oleh putrinya yaitu Sri Utami. Hingga kini, Sri Utami berjualan di Jalan Zainul Arifin dengan spanduk hijau bertuliskan Es Tawon Kidul Dalem. Ibu yang dikaruniai dua putri dan satu putra ini juga mempersilahkan anaknya untuk membuka cabang di daerah Hamid Rusdi.

“Sing loro wes kawin. Sing siji nang Jalan Hamid Rusdi yo buka ngene, es (Yang dua sudah menikah, yang satu di Hamid Rusdi buka warung begini juga, es),” ungkapnya.

Baru di outlet es tawon hamid rusdi terdapat sarang tawon tepat pada pohon sebelahnya. “Akeh tawone ndek kono, wit pelem iku lho,” tambah Sri. Konon, sesuai permintaan anaknya untuk membuka cabang, Sri Utami pun mengabulkan.

Sempat berjualan di daerah Jetis Kecamatan Dau, kemudian Sri Utami berjualan lagi di Jalan Zainul Arifin. Banyak sekali pelanggan-pelanggan es tawon yang sedari dulu telah menjadikan es tawon sebagai minuman favorit, berdatangan ramai-ramai.

Bahkan yang saat kecil tinggal di Malang dan kini tinggal di luar kota, rela memutar jalan dari alun-alun ke Jalan Zainul Arifin demi menikmati nostalgia Es Tawon yang pernah mereka nikmati saat kecil. Tentu usia mereka pun tidak muda lagi, sesuai dengan umur es tawon tersebut.

“Yo biasane wong wong sing 60-an, 65-an iku teko mrene nostalgia, sing langganan mbiyen,” ujar perempuan yang setiap jam delapan pagi membuka warung es tawonnya ini.

Terkenal dengan kesegarannya, es tawon kidul dalem memang dibuat dengan bahan-bahan alami dengan mengutamakan keaslian gula serta kesegaran di setiap gelasnya. “Rasane enak, gulanya asli,” tukas Sri.

Harga yang terjangkau ditambah kesegaran gula aslinya membuat es yang disajikan warung es tawon benar-benar mengobati dahaga terlebih selepas kerja. Warung es tawon buka mulai pukul 8 hingga pukul 3 sore. (Raj)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here