Praktisi Paguyuban Mangrove Jawa Timur

MALANGTODAY.NET – Tidak main-main, kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove ternyata mencapai lebih dari 50 persen. Mirisnya lagi, kerusakan tersebut rata-rata disebabkan perilaku manusia. Meskipun memang ada beberapa yang diakibatkan oleh keadaan alam itu sendiri.

Praktisi Paguyuban Mangrove Jawa Timur, Laksono Wibowo menyebutkan, kerusakan hutan mangrove di Indonesia, tanpa kecuali wilayah Jawa Timur sendiri sangat mengejutkan. Pasalnya, lebih dari separo hutan yang tersebar di kepulauan Jatim mengalami kerusakan parah.

“Kerusakan yang dimaksud itu, ada yang hilang, sebagian lagi memang ulah manusia, seperti dibonsai dan diambil daunnya misal,” katanya beberapa menit lalu.

Beberapa kerusakan itu menurut Laksono disebabkan oleh kebutuhan lahan yang semakin meningkat untuk berbagai kebutuhan seperti perumahan dan pertambakan. Sehingga, lahan dari mangrove itu sendiri bergeser dan berkurang. Selain itu, kerusakan paling parah disebabkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab.

“Contoh kasus itu di Sampang, di sana daunnya itu paling banyak yang diambili,” bebernya.

Menurutnya, dengan adanya kerusakan itu, maka perlu dilakukan upaya penanaman yang lebih optimal. Begitu juga perawatan dan penjagaan mangrove yang memang harus dibarengi dengan pengetahuan yang lebih maksimal bagi masyarakat yang ada disekitar daerah konservasi.

“Sampai dengan saat ini, tidak kurang dari dua juta pohon di area Jawa Timur yang berhasil ditanam, dan dapat lebih ditingkatkan lagi,” ujar pria ramah ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda