MALANGTODAY.NET – Sejak pertama kali diluncurkan pada 1 Juli 2016 lalu, program tax amnesty terus mengalami peningkatan.  Pada periode pertama, hasil penerimaan tebusan secara nasional pun sudah mencapai lebih dari sepertiga dari target yang ditetapkan. Ini menunjukkan, antusias dan kepercayaan masyarakat terhadap program pengampunan pajak ini sangat besar.

Berdasarkan catatan, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III berhasil menghimpun penerimaan uang tebusan berdasarkan surat setoran pajak (SSP) sebesar Rp 1,53 Triliun, dengan jumlah surat pernyataan harta (SPH) sebanyak 9.917. Sementara secara nasional, nilai harta yang sudah dideklarasikan di dalam negeri mencapai Rp 52,45 Triliun, kemudian deklarasi luar negeri Rp 8,91 Triliun, dan repatriasi mencapai Rp 4,47 Triliun.

“Jadi total keseluruhan nilai harta secara nasional adalah Rp 65,83 Triliun,” terang Kepala Kantor Wilayah DJP Jatim III, Rudy Gunawan Bastari.

Menurutnya, KPP Pratama Malang menempati peringkat pertama di lingkungan Kanwil DJP Jatim III dalam menghimpun penerimaan uang tebusan dalam program ini. Selama periode I Tax Amnesty, KPP Pratana Malang Selatan  sudah menerima uang tebusan mencapai Rp 381,6 Miliar. Selain itu, KPP Pratama Malang Selatan juga menduduki peringkat pertama untuk pencapaian target penerimaan pajak di tahun ini.

“Realisasi penerimaan pajak tahun ini untuk KPP Pratama Selatan sebesar Rp 708,2 Miliar, atau mencapai 108,15 persen dari target yang ditentukan Rp 653,045 Miliar,” tambah pria ramah ini.

Rudy Gunawan menyebutkan, pencapaian tersebut menunjukkan respon positif para wajib pajak (WP) terhadap program yang digelontorkan. Intensitas antrian pun menurutnya semakin meningkat menjelang berakhirnya periode I program tax amnesty.

Sementara itu, tebusan yang diterima dalam progran amnesty ini turut meningkatkan jumlah penerimaan pajak. Sehingga, penerimaan pajak Kanwil DJP Jatim III menurutnya sampai dengan 30 September 2016 sebesar Rp 14,85 Triliun atau mencapai 54,88 persen dari target penerimaan pajak 2016 sebesar Rp 27,07 Triliun.

Berikan tanggapan Anda