dok. Rianto Mahmud Pedagang Asongan

MALANGTODAY.NET – e-KTP atau elektronik KTP adalah salah satu program baru dari pemerintah yang menggunakan system informasi mengenai data kependudukan yang lebih akurat, lebih aman serta lebih tertib secara administrasi.

Progam eKTP dari pemerintah pusat ini sangat bagus untuk mengantisipasi seseorang memiliki kartu penduduk ganda, karena pada eKTP yang digunakan adalah NIK (nomor induk kependudukan) yang tunggal untuk setiap penduduknya. Sehingga apabila penduduk melakukan migrasi ke daerah lain, hanya akan menggunakan cukup satu NIK yang dimilikinya.

eKTP ini sudah terintegrasi secara langsung dengan database kependudukan yang ada di kementerian dalam negeri pusat. Hanya saja ternyata program yang dicanangkan oleh pemerintah ini belum sepenuhnya  dipahami oleh masyarakat.

Tidak hanya masyarakat awam saja, sekelas mahasiswa juga nampaknya belum terlalu mengerti tentang penggunaan eKTP salah satunya Iwan,  mahasiswa Universitas Negeri Malang ini masih belum tahu tentang kegunaan eKTP, “Saya rasa penggunaan eKTO masih membingungkan , dan tidak ada bedanya dengan KTP yang lama,” katanya beberapa menit lalu.

Pernyataan serupa juga datang dari seorang pedagang asongan. mahmud (45) yang masih menggunakan KTP model lama, “Saya gak tau apa-apa mas yang penting udah punya KTP yang dilaminating itu mas,” tandas pria tersebut.

Dan pernyataan terakhir tentang eKTP datang dari ibu rumah tangga Rodiyah (38). Ibu rumah tangga tersebut mengatakan hal yang sama kepada malangtoday.net tentang ketidaktahuan tentang pengguaan eKTP.

“Saya masih pake KTP yang lama, dari Bulan lalu sudah ngurus eKTP tapi belum jadi-jadi,  terpaksa pakai yang lama, toh masih berfungsi kok,” ungkapnya.

Mereka berharap kepada Pemerintah Kota Malang jika ada program baru dari pemerintah, seperti masalah eKTP baiknya lebih gencar disosialisasikan lewat Lurah, RW atau setidaknya perangkat desa tempat mereka tinggal.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda