Pihak Tjatur Rono, Pengurus Yayasan Taman Harapan Yang Baru (yoga)
Pihak Tjatur Rono, Pengurus Yayasan Taman Harapan Yang Baru (yoga)

MALANGTODAY.NET – Yayasan Pendidikan Taman Harapan Malang (PTHM) di bawah kepemimpinan Tjatur Rono melaporkan pihak Yayasan lama di bawah kepemimpinan Asmo Basuki Widjoyo dengan tiga perkara.

Melalui Kuasa Hukumnya, Gunadi Handoko, perkara yang dilaporkan yakni terkait dengan dugaan tindakan penggelapan, pemalsuan dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Pertama, pada 18 agustus 2017 lalu kami melaporkan Pak Asmo Basuki Wijoyo ke Polres Malang Kota atas perkara penggelapan. Laporan ke-2 pada 19 September lalu ke Polda Jatim, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan. Sedangkan laporan ke-3 tentang dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan pencurian oleh oknum pengacara Su’ud yang dilakukan pada 14 Agustus 2017 lalu,” ungkapnya kepada awak media, Senin (6/11).

Dikatakannya, permasalahan tersebut berawal saat kliennya Tjatur Rono, pembina yayasan yang baru menerima surat dari PT. Bank Panin Dubai Syariah, yang menyatakan bahwa Yayasan mempunyai tanggungan di Bank sebesar Rp 10.874.546.220. Padahal, selama ini pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam pengajuan kredit sejumlah nominal tersebut saat yayasan diketuai oleh Asmo Basuki Widjoyo.

“Karena ada permasalahan itu, pihak Pak Tjatur Rono beritikad baik menemui Pak Sardjono Donopoetro selaku pembina yayasan lama untuk rapat membahasnya,” pungkasnya.

Saat itu, lanjut Gunadi, tidak ada jalan keluar atas permasalahan hutang itu karena Sardjono tidak mau urusannya dicampuri dan menyatakan akan menyelesaikannya sendiri. Namun setelah diselediki oleh pengurus yayasan baru, Taman Harapan ternyata juga juga mempunyai hutang ke BTN dan Koperasi Wahana Mandiri Batu sekitar Rp 6 miliar.

“Hingga masa kepengurusan yayasan lama habis, tidak ada laporan pertanggungjawaban atas penggunaan uang tersebut. Total hutang yayasan diketahui sebesar Rp 16 miliar,” pungkasnya.

Gunadi menambahkan, seharusnya pengurus yayasan lama saat ini juga harus melakukan serah terima aset kepada pengurus yayasan baru. Sebab sudah terjadi perubahan struktur yayasan mulai dari pembina, pengurus dan pengawas berdasarkan akta notaris nomor 10 tanggal 14 Agustus 2017.

“Kepengurusan yayasan itu berlaku selama 5 tahun, sejak 24 november 2016 kepengurusan sudah berakhir. Untuk itu, klien kami Pak Tjatur Rono sudah melayangkan somasi kepada ketua Yayasan yang lama, tertanggal 9 Agustus 2018,” jelasnya saat ditemui di KB TK Taman Harapan di Jl. DR Cipto, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.(yog/zuk)

Loading...