Warga Polowijen Warisi Tradisi Melalui Bersih Desa
Warga Polowijen berkumpul di situs budaya Joko Lolo (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Warga Kelurahan Polowijen Kota Malang, sedang menyelenggarakan serangkaian kegiatan bersih desa. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta, sekaligus melestarikan tradisi, seni, budaya dan religi Polowijen.

Kegiatan bersih desa Polowijen 2018 dilaksanakan pada Jumat (29/8) lalu dimulai dengan tasyakuran dan dilanjutkan dengan tradisi ‘nyekar’ di Punden Makam Ki Tjondro Suwono atau Mbah Reni yang dikenal sebagai pelopor pembuat Topeng Malangan. Selain itu, situs sumur windu Ken Dedes yang menjadi situs cagar budaya di kelurahan Polowijen tak luput dari rangkaian acara.

Baca Juga: Asal Usul Kawasan Kayutangan, Ini Penjelasannya

“Masyarakat tidak tahu persis kapan awal mula dimulainya tradisi ini, yang jelas setiap tahun Jawa bulan Suro Jumat Legi, warga sekitar selalu melaksanakannya sebagai upaya untuk mewarisi tradisi dan melestarikan budaya di kelurahan Polowijen,” ujar penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi.

Tak hanya bermaksud untuk melestarikan tradisi dan budaya, bersih desa kelurahan Polowijen juga bertujuan mengembangkan ekonomi kreatif.

“Juga bertujuan mengembangkan kegiatan bersih desa Polowijen 2018 menjadi destinasi wisata budaya dan pengembangan ekonomi kreatif di Polowijen,” ucap pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Baca Juga: Panawijen, Kampung Kuno Tanah Kelahiran Ken Dedes

Tak hanya itu, serangkaian kegiatan bersih desa akan berlangsung sampai dengan 13 Oktober 2018 dengan berbagai agenda. Salah satunya, yakni karnaval dan kirab budaya Polowijen yang akan diselenggakan esok hari.

“Diperkirakan lebih dari 4 ribu masyarakat akan mengikuti karnaval dan kirab budaya Polowijen,” pungkasnya.


Reporter: Rosita Shahnaz
Editor: Raka Iskandar

Loading...