Walikota Malang Moch Anton. (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Walikota Malang Moch Anton memilih tidak menemui peserta aksi perwakilan organisasi angkutan darat (Organda) Kota Malang. Ia merasa kesepakatan telah dilakukan dalam aksi sebelumnya.

“Kan kesepakatan minggu lalu sudah ada, ya kita menggunakan acuan itu dong,” kata pria yang akrab dipanggil Abah ini pada Media, Senin (6/3).

Menurutnya, dalam audiensi yang dilakukan antara transportasi online dan transportasi konvensional belum lama ini, ke dua belah pihak telah membuat kesepakatan. Sehingga, permasalahan tersebut sudah tidak seharusnya diperpanjang melalui aksi turun jalan.

“Kalau masih ada demo, kenapa kemarin ada kesepakatan bersama?” tambah pria nomor satu di Kota Malang ini.

Sementara itu, dalam kesepakatan yang telah dilakukan pada 27 Februari 2017 lalu, transportasi online dan transportasi konvensional sepakat membagi wilayah dalam menangkut masyarakat yang hendak memanfaatkan transportasi umum.

‪Kesepakatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sebelumnya di antaranya, angkutan berbasis online dilarang mengambil penumpang di area Stasiun, Mall, Perhotelan, Terminal, Tempat Hiburan, Pasar, Rumah Sakit dan Jalur yang dilalui Angkutan Kota (Angkot). Namun mereka tetap diperbolehkan mengantarkan penumpang di zona tersebut.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

3 COMMENTS

  1. Aduh pak angkot jangan lebay. Aku masih tetep jadi pelangganmu yg setia kelessss. Ibu ku embah2 ku juga setia menantimu, hp mereka paling banter jg hp senter.

  2. semua d kembalikan saja kepada warga… biar warga yg menentukan mau pilih angkot online atau off line..
    toh semuanya sama” cari nafkah, ingat saudara” rejeki sudah ada yg mengatur…
    semoga ada keputusan yg sama” tidak merugikan salah satu pihak

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here