Audiensi antara Wali Kota Malang, M. Anton bersama Organda di ruang sidang Balai Kota Malang (Pipit Anggraeni)

MALANGTODAY.NET – Perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendatangi Balai Kota Malang. Mereka menuntut, agar pemerintah memberi solusi jelas terkait polemik yang terjadi antara angkutan konvensional dan transportasi online.

Wali Kota Malang, Moch Anton yang secara langsung menyambut audiensi mengatakan, pemerintah kota tidak pernah mengeluarkan kebijakan apapun terkait transportasi online.

Sehingga, permintaan Organda untuk menghapus angkutan online belum dapat ditindaklanjuti. Karena belum ada regulasi yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah (Pemkot).

Belum ada aturan dari Kementerian Perhubungan dalam mengambil kebijakan. Jadi pemerintah daerah melalui Dishub hanya bisa melakukan langkah sebagaimana tertata dalam aturan yang ada.

Audiensi antara Wali Kota Malang, M. Anton bersama Organda di ruang sidang Balai Kota Malang (Pipit Anggraeni)

“Jadi kita harus menjalankan atau mengeluarkan peraturan belum bisa, tidak ada acuannya,” katanya di hadapan puluhan sopir

Kendaraan murah roda dua juga semakin menyebar di Kota Malang. Tuntutan zaman ini juga menjadi salah satu alasan, kenapa banyak yang menggunakan kendaraan pribadi dibanding menggunakan transportasi umum.

“Sekarang, satu rumah saya yakin punya motor lebih dari satu, jadi ini juga harus dipikirkan,” tambahnya.

Sehingga, lanjutnya, perlu dilakukan berbagai inovasi agar transportasi umum tidak tergerus oleh zaman. Sebab, angkutan murah semakin merebak di mana-mana dan memang tidak dipungkiri memunculkan problem baru.

“Saya sempat bertanya, kenapa angkutan online bisa mengganggu aktivitas angkutan umum. Kita tingkatkan managemen, supaya lebih profesional,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai hal kecil terkait profesionalisme harus terus ditingkatkan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan memperbaiki image angkutan umum yang sempat tercoret, seperti terkait sopan santun dalam mengendarai angkutan misalnya.

“Mari kita kaji bersama, di mana letak kesalahannya, dan kami sebagai pemerintah daerah akan mendengarkan segala aspirasi dan solusinya,” papar pria nomor satu di Kota Malang ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here